Ini 5 Cara Membentengi Diri Agar Tidak Tersulut Amarah

Hits: 18

Sebagai manusia biasa, kita tentu mudah sekali tersulut amarah, bahkan karena hal sepele sekalipun. Marah jika tidak dikendalikan dampaknya akan sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain yang berhubungan dengan kita.

Untuk itu menjaga diri dari amarah sangatlah dibutuhkan oleh setiap individu. Dengan begitu kamu bisa membentengi diri agar tidak mudah terpancing emosi jika orang lain marah-marah padamu.

Ingat kembali, mungkin orang lain marah padamu karena beberapa alasan, untuk itu tak perlu membalas dengan amarah, memilih diam adalah yang terbaik. Ada 5 cara membentengi diri agar tidak mudah tersulut amarah. Yuk, disimak.

1. Jangan balas argumen orang lain yang penuh emosi kepadamu, pilihlah untuk diam

Memilih diam dan tidak ikut membalas argumen orang yang sedang marah padamu adalah tindakan tepat. Dengan begitu kamu gak mudah tersulut amarahnya. Ingatlah, kendali hanya ada di dirimu sendiri, jika kamu bisa mengendalikan diri, maka amarah bisa kamu redam.

Jangan terbawa suasana, bentengi dirimu dengan sikap positif. Jika kamu terpancing amarah, maka bisa saja kamu mengeluarkan kata-kata tidak layak dan membuat orang yang memarahimu semakin menjadi-jadi. Yuk tahan diri.

2. Pupuk kesabaran dalam hati agar kamu tetap tenang

Sabar sangat penting dan menjadi vital dalam membuat suasana hati kita tetap tenang. Dengan sabar, kita mudah untuk melalui hari-hari baik dalam kondisi suka maupun duka. Oleh karena itu, jangan buat dirimu terpancing emosi dengan sikap orang lain padamu.

Pupuklah kesabaran dan latih hati agar senantiasa tenang dalam menghadapi masalah. Jangan sampai kamu gegabah dan membuat masalah jadi tambah runyam hanya karena gak bisa sabar. Ingat, sabar itu manfaatnya sangat banyak buat dirimu sendiri, salah satunya membuatmu semakin dewasa dalam menghadapi setiap ujian hidup.

3. Basuh diri dengan air wudu

Dalam ajaran Islam, seseorang yang tengah marah dapat meredamnya dengan berbagai cara, salah satunya dengan berwudu. Wudu dapat membuat amarah seseorang berkurang. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini yang artinya :

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784)”

Untuk itu berwudulah dan buat dirimu tenang. Jangan sesekali terpancing amarah, sebab amarah tak akan menyelesaikan masalah, justru malah memperunyam masalah dan membuat hatimu semakin sempit.

4. Perbanyak mengingat Sang Pencipta

Sebagai manusia biasa, meminta pertolongan pada sang Khalik adalah keharusan bagi setiap hamba. Begitu juga dengan perkara menjaga diri dari amarah, kita dianjurkan untuk meminta kepada Sang Pencipta.

Karenanya, jangan ragu untuk meminta pada sang Khalik agar diberi pertolongan untuk bisa terhindar dari perilaku amarah. Sebab kita sebagai manusia tak punya kuasa mengendalikan diri tanpa bantuan-Nya. Berdoalah dan minta petunjuk pada-Nya.

5. Mengingat-ingat kebaikan orang yang sedang marah padamu

Jika temanmu atau keluargamu sedang marah padamu, maka cobalah untuk tidak langsung terpancing dan ingin membalas amarah tersebut. Ingatlah, orang yang sedang marah-marah padamu mungkin tengah khilaf, sehingga kamu tak perlu membalas amarahnya. Cobalah untuk berpikir jernih.

Agar kamu bisa meredam amarahmu, kamu dapat mengingat-ingat kebaikan orang yang sedang marah padamu. Orang tersebut entah itu keluarga atau temanmu tentu pernah menoreh kebaikan dalam warna hidupmu.

Kamu dapat mengingat kebaikan yang pernah mereka torehkan, dengan begitu kamu bisa meredam amarahmu pada mereka. Cobalah untuk memaafkan kesalahan yang mereka perbuat, sikap itu lebih bijaksana dan lebih baik bagi setiap kita dalam berhubungan dengan sesama manusia.

Demikianlah 5 cara membentengi diri agar tidak tersulut amarah dengan orang lain. Yuk buat diri kita terhindar dari perkara yang menyulut amarah. Mari kita jaga diri dari perbuatan tercela.

Istiqomah

Hits: 16

Apakah manusia biasa mampu mengamalkan keseluruhan ayat -ayat Al Quran?

Secara teori, tentu saja tidak. Berat…

Lantas bagaimana dengan kita, apakah ada peluang masuk surga meski tidak bisa mengamalkan keseluruhan ayat tsb?

Tentu bisa. Yaitu dengan cara Istiqomah. Istiqomah terhadap sejumlah aktivitas ibadah.

Oleh karena itulah di surga nanti ada beberapa pintu masuk yang bernama Pintu Puasa, Pintu Shodaqoh, dsb.

Pintu-pintu ini disediakan bagi mereka yang istiqomah melakukan suatu ibadah.

Dengan Istiqomah lah akan menyebabkan damainya hati.

Dan orang yang istiqomah termasuk ahli ibadah. Semakin banyak varian yg di istiqomahkan, semakin tinggi derajatnya di depan Allah.

Oleh karena itulah, Nabi SAW adalah manusia yang paling sempurna. Karena bisa mengamalkan semua ayat2 Quran.

Selanjutnya adalah para Waliyullah. Waliyullah pun ada tingkatannya. Semua tergantung seberapa besarnya varian yang di istiqomahka. tersebut…. Subhanallah

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۚ
innallaziina qooluu robbunallohu summastaqoomuu fa laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”

(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)

Yuuk, kita belajar istiqomah …dimulai dari suatu aktivitas ibadah yang disenangi. Misalnya senang puasa senin -kamis.. ya usahakan Istiqomah sampai meninggal nanti

Kalau suka dzikir, yuk teruskan sampai kita meninggal

Kalau suka shodaqoh ruti, yuk terus dirutinkan sampai ajal menjemput…

dsb

Wassalam

Dear Orang Tua, Lakukan Hal Ini Agar Anakmu Tajir Seperti Bill Gates

Hits: 21

Bagi para orang tua yang menginginkan anaknya sesukses Bill Gates, pendiri Microsoft, ada cara jitunya lho! Kalian semua bisa melakukan cara terbaik mendidik anak sepertinya.

Mencontoh orang tua Bill Gates yang memiliki cara tersendiri bagaimana mereka mendidik anaknya hingga berhasil menjadi seorang miliarder yang sukses, berikut empat hal yang harus diterapkan:

1. Tidak Membatasi Kebebasan

Sedari dulu, Gates tidak pernah dibatasi kebebasannya oleh kedua orang tuanya. Mereka begitu memberikan kebebasan baginya untuk menentukan sesuatu yang ia inginkan.

Saat berusia 13 tahun, Gates lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Bahkan, pada malam hari ia mendapatkan izin untuk belajar teknologi tanpa batas di Washington University.

2. Menanamkan Sifat Tak Putus Asa

Kemampuan Bill Gates begitu mumpuni di berbagai hal, namun tetap ada beberapa hal yang tidak ia begitu sukai, seperti berenang, bermain bola. Namun kedua orang tuanya, tetap mendorong Gates untuk mencoba kegiatan itu terus menerus.

Hal ini mereka lakukan untuk mengembangkan pola pikir Bill Gates dan mengajarkannya untuk tidak takut akan kegagalan.

3. Jangan Paksakan Kehendak

Selain diberi kebebasan, Gates juga tak pernah dipaksakan kehendaknya untuk menentukan hal yang ingin dia raih. Kedua orang tuanya terus memberikan dukungan penuh dan mengingatkan Gates untuk tidak berambisi akan hal yang ingin dicapainya.

4. Selalu Mengajaknya untuk Diskusi Penting

Orang tua Gates selalu mengajak dan mengikut sertakannya di setiap diskusi penting. Bahkan, mereka juga tidak pernah menyisihkan pendapat Bill Gates meskipun saat itu ia masih begitu muda.

Inilah 5 Sikap yang Bisa Bikin Rejeki Kamu Seret

Hits: 13

Pernahkah kamu berpikir bahwa perilaku/sikap dapat mempengaruhi rezeki? Kenapa ada sebagian orang yang hanya duduk menggoyang-goyangkan kakinya di rumah, tetapi bisa hidup tenang dengan rezeki berlimpah?

Sementara satu orang lagi bekerja keras siang dan malam, tanpa jeda dan hari libur. Tetapi selalu hidup secara pas-pasan dan serba kesulitan. Apakah tuhan tidak adil? Nyatanya rezeki itu sudah diatur sejak kita dalam kandungan.

Namun ada beberapa sikap manusia yang membuat rezeki makin seret. Yuk lihat apa saja!

1. Menyakiti hati orangtua

Salah satu azab langsung yang diberikan Allah kepada mereka yang menyakiti hati orang tua adalah mempersempit rezeki mereka di dunia. Kesulitan demi kesulitan akan terus menimpa sampai mereka mau bersimpuh dan meminta maaf kepada orang tua. Menjaga perasaan orang tua akan membuka pintu rezeki dari segala arah. Hidup pun terasa jauh lebih lapang dan tenteram.

2. Tidak menghargai pemberian orang lain

Pemberian atau sedekah adalah rezeki yang tidak bisa ditolak. Sebagai orang yang menerima sedekah, ada adab yang harus kita jaga dan lakukan. Bersikap cuek dan meremehkan pemberian dapat menyakiti hati si pemberi.

Akibatnya, si pemberi akan malas dan enggan untuk membagikan rezekinya lagi. Duh, menerima sedekah saja sombong. Jangan sampai deh kita seperti itu.

3. Mudah iri melihat kesenangan orang lain

Salah satu penyakit hati yang membuat rezeki seret adalah iri hati. Lho kok iri, apa hubungannya? Pada saat iri tubuh kita akan menolak banyak informasi kebaikan yang datang. Kita bersikap lebih ambisius dalam mencari kejelekan orang lain.

Padahal, berdoa untuk mendapatkan rezeki yang sama justru lebih membuat hati tenang. Ketenangan hati saat melihat orang lain bahagia merupakan rezeki tak ternilai harganya.

4. Sering ribut dan bertengkar dengan pasangan

Jangan meremehkan pertengkaran dengan pasangan ‘sah’ sendiri. Pasangan adalah sumber rezeki utama. Menyakiti hati pasangan sama saja seperti memutus sumber rezeki yang selama ini kita cari. Keharmonisan dalam rumah tangga menjadi tanda bahwa rezeki yang kita cari diberkahi oleh Yang Maha Pemberi Rezeki.

5. Bersikap pamrih saat menolong orang lain

Menolong orang lain untuk menerima imbalan menjadi salah satu penyebab seret rezeki. Perbuatan yang kita lakukan hanya dinilai seharga besar dan kecilnya pengorbanan. Jangan hanya berpaku pada imbalan. Karena pertolongan yang kita berikan justru membuka pintu rezeki dari arah yang tidak kita duga-duga.

Buku Digital : Lafadz Allah

Hits: 11

Assalamualaikum Wr Wb

Bismilllah, dengan niatan ibadah maka mulai Ramadhan ini sy belajar membuat Buku..

Jangan Lupa…

Instal Aplikasi Ketik, untuk bisa membaca Buku Digital sy berjudul Lafadz Allah di kepala. Buku ini bercerita dari awal sampai sekarang tentang kejadian2 diluar nalar di diri sy, sampai munculnya Lafadz Allah dikepala sy tahun 2013.

Wassalam