Lelaki yang doanya selalu dikabulkan Allah

Hits: 69

Lelaki Yang Doanya Selalu Dikabulkan Allah

DI dalam Shahih Muslim, Usair bin Jabir meriwayatkan bahwa setiap datang masyarakat rombongan Yaman, Khalifah Umar bin Khathab radiallahu anhu selalu bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir?” Ada apa sebenarnya dengan Uwais? Mengapa orang sehebat Umar bin Khathab bertanya tentang Uwais? Kita lihat bagaimana selanjutnya kisah ini.

Begitu Uwais datang, Umar berkata, “Apakah kamu Uwais bin Amir?” Uwais menjawab, “Iya benar.” Umar bertanya lagi untuk meyakinkan, “Apakah kamu berasal dari masyarakat Murat kemudian masyarakat Qaran?” Uwais menjawab, “Iya.” Kemudian Umar bertanya lagi, “Dulu kamu pernah punya sejarah sakit, berubah warna kulitnya kemudian sembuh tapi tersisa hanya sebesar uang dirham dan masih ada bekasnya?” Uwais menjawab, “Ya.”

Kemudian Umar masih bertanya lagi untuk meyakinkan, “Kau punya seorang ibu?” Kemudian Uwais menjawab, “Ya.” Barulah Umar yakin dengan semua data yang ditanyakan. Ternyata, Uwais al-Qarni ini telah disebut-sebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau masih hidup.

Padahal Uwais tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentang barokahnya Uwais ini, Rasulullah sampai berkata, “Akan datang kepada kalian, seseorang bernama Uwais ibn Amir bersama rombongan masyarakat Yaman. Dia berasal dari Murat kemudian dari Qaran. Dia pernah sakit kemudian berubah warna kulitnya, dan ketika sembuh yang tersisa hanya sebesar dirham. Dia punya seorang ibu, betapa baktinya Ia kepada ibunya.”

Ternyata semua yang ditanyakan Umar, itulah kalimat Nabi. Umar ingin memperjelas data ini, benarkah data ini? Kalau memang benar, maka benarlah ia Uwais ibn Amir. Apa istimewanya Uwais? Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan, “Kalau ia bersumpah Demi Allah, Allah akan penuhi permintaannya.” Subhanallah. Ada orang yang kalau dia berdoa dan bermunajat, pasti Allah kabulkan. Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Kalau ada di antara kalian yang bisa mendapatkan doa ampunan dari Uwais, maka mintalah.”

Maka Umar bin Khattab bertanya tentang Uwais itu untuk meminta doa ampunan ini, karena pasti dikabulkan. Semua permintaan Uwais pasti dikabulkan oleh Allah subhana wa taala. Maka Umar berkata, “Mohonkan ampun untuk saya.” Maka Uwais pun memohonkan ampun. Dan begitulah Uwais al-Qorni. Kemudian, bahkan di tahun berikutnya ketika ada rombongan Yaman lagi, Umar masih bertanya, “Uwais ada tidak bersama kalian?”

Ternyata dijawab, “Uwais tidak punya bekal sehingga dia tidak ikut bersama kami.” Dan kemudian orang itu bertanya, “Mengapa kamu bertanya tentang Uwais?” Kemudian Umar menyampaikan hadis Nabi tentang Uwais tadi. Begitu orang itu pulang, orang itu meminta agar didoakan, dimohonkan ampun oleh Uwais. Uwais berkata, “Kamu yang baru pulang dari perjalanan mulia yaitu perjalanan haji, maka kamu yang mendoakan saya.”

Orang yang baru pulang haji berkata, “Tidak, kaulah yang mendoakan aku. Doakan aku.” Kemudian akhirnya Uwais bertanya, “Pasti kamu bertemu Umar?” Dia berkata, “Iya.”

Maka kemudian Uwais mendoakannya. Subhanallah, ini orang yang mahal. Perlu kita catat dan digaris tebal ini bahwa ini orang yang mahal untuk zaman seperti ini. Ketika nyaris rasanya sulit mencari orang yang doanya langsung didengar Allah subhana wa taala karena terlalu banyak memasukkan barang yang haram. Maka kalau hari ini ada yang doanya langsung didengar oleh Allah subhana wa taala, betapa mahalnya orang itu. Dan ternyata salah satu cara untuk menjadi orang barokah seperti Uwais, sehingga doanya selalu didengar oleh Allah subhana wa taala adalah kalimat Rasul: Bahwa Uwais mempunyai ibu dan betapa baktinya ia kepada ibunya. Berbaktilah kepada kedua orangtua agar hidup kita diberkahi oleh Allah subhana wa taala, sehingga setiap kita meminta, Allah pasti akan mengabulkannya.

Semoga Allah subhana wa taala memberkahi kita semua. Wallahu taala alam bishowab.

Pelihara Lidah dari 8 Perkara Ini

Hits: 15

Imam Al-Ghazali: Pelihara Lidah dari 8 Perkara Ini

Agama Islam terdiri dari dua bagian yaitu meninggalkan apa yang dilarang dan melakukan amal ketaatan. Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat dilakukan semua orang.

Sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong shiddiqun. Karena itu, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya.”

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali (1058-1111) dalam Kitab ‘Bidayatul Hidayah’ memberikan nasihat agar manusia memelihara lidahnya dalam 8 perkara. Menurut Imam Al Ghazali, ketika seseorang bermaksiat sesungguhnya ia telah melakukan maksiat dengan anggota badannya, padahal anggota badan merupakan nikmat dan karunia besar Allah.

Terkait lidah, ia diciptakan agar dengannya kita bisa banyak berzikir kepada Allah Swt, membaca kitab suci-Nya, memberi petunjuk kepada manusia. Lidah merupakan anggota badan yang paling dominan.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berpesan untuk memelihara lidah agar kita tidak terjerumus ke dalam neraka. Maka, peliharalah lidahmu dari 8 perkara ini:

1. Berdusta.

Jagalah lidahmu agar jangan sampai berdusta baik dalam keadaan serius maupun bercanda. Jangan biasakan dirimu berdusta dalam canda karena hal itu akan mendorongmu untuk berdusta dalam hal yang bersifat serius. Berdusta termasuk induk dosa-dosa besar.

2. Mengingkari Janji.

Jangan menjanjikan sesuatu tapi kemudian tidak menepatinya. Hendaknya engkau berbuat baik kepada manusia dalam bentuk tingkah laku, bukan dalam bentuk perkataan. Jika engkau terpaksa berjanji, jangan sampai mengingkari janji itu kecuali jika engkau betul-betul tak berdaya atau ada halangan darurat. Nabi SAW bersabda, “Ada tiga hal, yang jika ada di antara kalian yang jatuh ke dalamnya maka ia termasuk munafik, walaupun ia puasa dan salat. Yaitu, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.”

3. Ghibah (Menggunjing).

Peliharalah lidahmu dari menggunjing orang. Dalam Islam, orang yang melakukan perbuatan itu lebih hina daripada tiga puluh orang pezina. Makna ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yang ia benci jika ia mendengarnya. Walaupun engkau berkata benar, hindarilah untuk menggunjing secara halus. Misalnya menyatakan maksudmu secara tidak Iangsung dengan berkata, “Semoga Allah memperbaiki orang itu. Sungguh tindakannya sangat buruk padaku. Kita meminta kepada Allah agar Dia memperbaiki kita dan dia.” Di sini terkumpul dua hal yang buruk, yaitu ghibah dan merasa bahwa diri sendiri bersih tidak bersalah. Jika engkau benar-benar bermaksud mendoakannya, berdoalah secara rahasia. Cukuplah firman Allah ini menghalangimu dari gibah, “Jangan sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Pasti kalian tidak menyukainya,” (QS Al-Hujurat: 12).

4. Berdebat

Dengan berdebat, kita telah menyakiti, menganggap bodoh, dan mencela orang yang kita debat. Selain itu, kita menjadi berbangga diri serta merasa lebih pandai dan berilmu. Manakala engkau mendebat orang bodoh, ia akan menyakitimu. Sedangmendebat orang pandai, ia akan membenci dan dengki padamu. Nabi SAW bersabda, “Siapa yang meninggalkan perdebatan sedang ia dalam keadaan salah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tepi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia dalam posisi yang benar, Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling tinggi”. Jangan sampai kita tertipu oleh setan yang berkata padamu, ‘Tampakkan yang benar, jangan bersikap lemah,’ Sebab, setan selalu akan menjerumuskan orang dungu kepada keburukan dalam bentuk kebaikan.

5. Mengklaim Diri Bersih dari Dosa.

Allah Ta’ala berfirman, “Jangan kalian merasa suci. Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa” (QS An-Najm: 32). Sebagian ahli hikmat ditanya, “Apa itu jujur yang buruk?” Mereka menjawab, “Seseorang yang memuji dirinya sendiri.” Janganlah engkau terbiasa demikian. Ketahuilah bahwa hal itu akan mengurangi kehormatanmu di mata manusia dan menyebabkan datangnya murka Allah.

6. Mencela.

Jangan sampai mencela ciptaan Allah baik itu hewan, makanan, ataupun manusia. Janganlah engkau dengan mudah memastikan seseorang yang menghadap kiblat sebagai kafir, atau munafik. Karena, yang mengetahui semua rahasia hanyalah Allah. Karena itu, jangan mencampuri urusan antara hamba dan Allah. Ketahuilah bahwa pada hari kiamat engkau tak akan ditanya, “Mengapa engkau tidak mencela si fulan? Mengapa engkau mendiamkannya?” Nabi SAW sendiri tidak pernah mencela makanan yang tidak enak. Jika beliau berselera dengan sesuatu, beliau memakannya. Jika tidak, beliau tinggalkan.

7. Mendoakan Keburukan Bagi Orang Lain.

Peliharalah lidahmu untuk tidak mendoakan keburukan bagi makhluk Allah. Jika ia telah berbuat aniaya padamu, maka serahkan urusannya pada Allah. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Seorang yang dianiaya mendoakan keburukan bagi yang menganiaya dirinya sehingga menjadi imbang. Kemudian yang menganiaya masih memiliki satu kelebihan yang bisa ia tuntut kepadanya pada hari kiamat”. Bersabarlah dan doakanlah kebaikan untuk orang lain.

8. Bercanda, Mengejek dan Menghina Orang.

Peliharalah lidah dalam kondisi serius maupun canda karena ia bisa menjatuhkan kehormatan, menurunkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Ia juga merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati. Karena itu, jangan bercanda dengan seseorang dan jika ada yang bercanda denganmu, jangan kau balas. Berpalinglah sampai mereka membicarakan hal lain.

Demikian nasihat indah Imam Al-Ghazali tentang bahayanya lidah. Diceritakan bahwa Abu Bakar Shiddiq RA meletakkan sebuah batu di mulutnya agar tidak berbicara kecuali saat perlu saja. Beliau menunjuk lidahnya lalu berkata, “Inilah yang menjadi segala sumber bagiku. Kekanglah ia sekuat tenagamu, karena ia merupakan faktor utama yang membuatmu celaka di dunia dan akhirat.” Allahu A’lam.

Jangan mudah menyerah!

Hits: 13

Jangan Mudah Menyerah Meski Cobaan Terus Hadir , Kamu Tidak Tau detik Berapa Allah Bakal Angkat Derajatmu

Cobaan hidup itu yang terus berganti, tidak juga seperti kamu temukan titik selesai, memang hal itu bakal benar-benar menguji hati, dan bahkan kadang membuat dirimu sangat lelah.

Akan tetapi meski benar kenyataannya seperti itu, jangan pernah kamu mudah menyerah, lebih-lebih saat cobaan itu terus datang bergantian, kamu tidak boleh menyerah, karena kamu tak pernah tahu pada detik keberapa Allah bakal melapangkan hidupmu kemudian mengangkat derajatmu.

MESKI AIR MATA TERUS MENGHUJANI PIPI, JANGAN KAMU MENYERAH 👍

Terus berjuang, kamu tidak boleh merasa lemah, terus perjuangkan apa yang kamu ingin perjuangkan, meski airmata itu terus menghujani pipimu, tetap kamu kuat atas apa yang sudah Allah tetapkan kepada dirimu dan sudah menjadi jalan hidupmu.

KAMU TETAP HARUS KUAT ATAS APA YANG SUDAH ALLAH PERSEMBAHKAN UNTUKMU

Seperti apa jalannya, seberliku apapun jalan yang ada di depan mata, serumit apapun nanti keadaannya, kamu wajib untuk selalu kuat atas apa yang sudah Allah persembahkan kepada dirimu.

Jangan menggerutu yang keterlaluan, meski benar yang kamu rasakan itu sangatlah menyiksa, karena apapun itu adalah yang sudah Allah ukur dengan apa yang kamu bisa.

YAKIN, SETIAP YANG ALLAH TAKDIRKAN ITU SUDAH TENTU BAKAL MEMBAWA DIRIMU PADA KEBAIKAN

Jadi selalu percaya kepada Allah atas apapun yang saat ini sedang membelenggumu, sungguh setiap yang Allah takdirkan itu bakal membawa dirimu pada kebaikan, itu pasti.

Allah tidak mungkin hanya memberikan cobaan tanpa ada sebab baik setelah itu, Allah tidak mungkin mendatangkan ujian yang luar biasa tanpa di dalamnya ada kebaikan yang luar biasa juga.

SAAT INI MUNGKIN ITU SANGAT MEMBERATKAN DIRIMU, AKAN TETAPI NANTI KAMU AKAN TAU TUJUANNYA KETIKA ALLAH MERUBAH KEADAAN MENJADI LEBIH BAIK

Lantas saat ini kamu harus belajar menabahkan hatimu, saat ini memang benar itu memberatkan dirimu, akan tetapi kamu harus sadar ada tujuan baik, dan Allah akan merubah menjadi baik, bahkan lebih baik dari apa yang kita pikirkan dan harapan sekarang.

SABAR, JANGAN MENYERAH KARENA ALLAH SAAT INI SEDANG MEMPERSIAPKAN TEMPAT TERBAIK UNTUK HIDUPMU

Karenanya terus bersabarlah, seberat dan juga sebanyak apapun rintangan dalam hidupmu, tetap selalu semangat dan selalu yakin jika Allah bakal memberi yang terbaik.

Sebab seperti apapun keadaannya Allah sudah mempersiapkan tempat terbaik untuk hidupmu, maka dari itu jangan pernah kamu menyerah atas apa saja yang sudah Allah tetapkan kepadamu.

Semakin Sering Anak Dibentak Proses Berpikir Anak Akan Terganggu

Hits: 12

Semakin Sering Anak Dibentak Proses Berpikir Anak Akan Terganggu

Siapa dari Anda yang pernah memarahi anak dengan cara membentak-bentak atau berteriak? Tahukah bahwa cara itu justru berdampak buruk pada perkembangan otak anak.

Dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia, Amir Zuhdi, menjelaskan, ketika orangtua membentak, anak akan merasa ketakutan. Ketika muncul rasa takut, produksi hormon kortisol di otak meningkat.

“Otak itu bekerja bukan hanya secara struktural, melainkan ada listriknya, ada hormonalnya. Ketika anak belajar neuronnya menyambung, berdekatan, antar-neuron semakin lama semakin kuat, sistem hormonal juga bekerja,” kata Amir saat ditemui seusai Festival Kabupaten/Kota Layak Anak di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Nah, pada anak-anak, tinginya hormon kortisol itu akan memutuskan sambungan neuron atau sel-sel di otak. Selain itu, akan terjadi percepatan kematian neuron atau apoptosis. Lalu, apa akibatnya jika neuron terganggu?

Menurut Amir, banyak hal yang bisa terjadi, seperti proses berpikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri.

“Neuron ini kan isinya file-file. Kalau dalam jumlah banyak (kematian neuron), dia jadi lelet,” kata Amir.

Amir menjelaskan, bagian otak anak yang pertama kali tumbuh adalah bagian otak yang berkaitan dengan emosi. Dalam bagian itu, paling besar adalah wilayah emosi takut. Itulah mengapa saat anak-anak akan mudah merasa takut.

Semakin sering dibentak dengan keras dan membuat anak takut, semakin tinggi pula kerusakan pada neuron. Menurut Amir, orangtua juga harus bisa mengelola emosi. Ketika anak berbuat salah, katakan salah dengan memberi pengertian tanpa membentak – bentak.(kps/jm)