Rasulullah Jatuh Pingsan Mendengar Keadaan Neraka dan Penghuninya

Hits: 11

Rasulullah Jatuh Pingsan Mendengar Keadaan Neraka dan Penghuninya

Rasulullah SAW pernah jatuh pingsan ketika mendengar penjelasan Jibril tentang neraka dan penghuninya. Foto Ilustrasi/Dok Islamidia.com
Mendengar kata neraka (An-Naar) pasti yang terbayang di pikiran kita adalah api yang sangat panas. Secara bahasa, An-Naar berarti api. Keadaan neraka merupkan kebalikannya Surga yang penuh dengan kenikmatan.

Di surga tak ada derita dan kesusahan, maka sebaliknya neraka menjadi seburuk-buruk tempat dan penderitaan. Penyiksaan demi penyiksaan dialami penghuninya hingga tak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya neraka tersebut.

Nabi Muhammad (SAW) sendiri pernah jatuh pingsan ketika mendengar penjelasan Jibril tentang neraka dan penghuninya. Berikut kisahnya seperti diulas Abu Laits As-Samarqandi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin (peringatan bagi orang-orang lalai).

Dikisahkan, Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Malaikat Jibril: “Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam?”

Jibril menjawab: “Ya, ketika Allah Ta’ala menjadikan jahannam maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun hingga putih. Kemudian 1000 tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, baranya tidak pernah padam. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andai terbuka sebesar lubang jarum niscaya api itu akan membakar seluruh penduduk bumi karena panasnya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andai satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan matilah penduduk bumi karena panas dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu gelang rantai yang disebut Allah dalam Alqur’an itu diletakkan di atas bukit niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.

Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andai seorang di ujung barat tersiksa niscaya akan terbakarlah orang-orang yang berada di timur karena panasnya. Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagian tertentu dari kaum laki-laki dan perempuan.”

Rasulullah SAW Jatuh Pingsan

kemudian bertanya lagi kepada Jibril: “Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?”

Jibril menjawab: “Pintu terbawah (pertama) bernama Alhawiyah untuk orang-orang munafik, orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa AS serta keluarga Fir’aun. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim. Pintu ketiga tempat orang-orang shobi’in bernama Saqar. Pintu keempat tempat Iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha. Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang Nasrani bernama Sa’ie.”

Kemudian Jibril diam sejenak segan untuk meneruskan penjelasaannya kepada Nabi Muhammad SAW. Sehingga Nabi SAW pun bertanya: “Mengapa engkau tidak terangkan penduduk pintu ketujuh?”

Jibril pun menjawab: “Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari umatmu yang sampai matinya belum sempat bertaubat.”

Mendengar itu, Nabi Muhammad SAW jatuh pingsan sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuan Jibril sehingga kembali sadar. Ketika sadar, Nabi Muhammad bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk neraka?” Jawab Jibril: “Ya, yaitu orang yang memiliki dosa besar dari umatmu.”

Kemudian Nabi menangis, Jibril juga ikut menangis. Lalu Nabi Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk salat, kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan apabila salat selalu menangis dan memohon kepada Allah.

Pada hari ketiga datanglah sahabat terbaik Abu Bakar RA ke rumah Beliau sembari mengucapkan: “Assalamu’alaikum yang Ahla baiti rahmah. Apakah bisa bertemu Rasulullah SAW?” Maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis.

Kemudian Umar Bin Khattab datang sembari mengucapkan: “Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah bisa bertemu Rasulullah SAW?” Dan ketika tidak mendapat jawaban dia pun menepi dan menangis.

Lalu datanglah Salman Al-Farisi dan berdiri di depan pintu sambil mengucapkan: “Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah bisa bertemu dengan Junjunganku Rasulullah?” Dan ketika tidak mendapat jawaban, dia menangis jatuh dan kemudian bangun sehingga sampai ke rumah Fatimah RA (putri Rasulullah SAW) dan depan pintunya mengucapkan: “Assalamu’alaikum hai puteri Rasulullah,”

Kebetulan saat itu Ali RA tidak berada di rumah, lalu bertanya: “Wahai puteri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk salat saja dan tidak berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya.”

Maka segeralah Fatimah RA memakai baju panjang dan pergi sehingga beliau sampai ke depan pintu rumah Rasulullah dan memberi salam: “Saya Fatimah, Ya Rasulullah.” Ketika itu Rasulullah sedang bersujud sambil menangis. Kemudian, Rasulullah mengangkat kepalanya dan bertanya: ‘Mengapakah kesayanganku?”

Setelah pintu dibuka maka Fatimah masuk ke dalam rumah Rasulullah. Ketika melihat Rasulullah menangis, Fatimah pun ikut menangis karena melihat Rasulullah pucat karena banyak menangis dan sedih. Kemudian Fatimah bertanya: “Ya Rasulullah, apakah yang menimpamu?”

Rasulullah SAW menjawab: “Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka jahannam dan menerangkan bahwa bagian paling atas dari semua tingkatan itu untuk umatku yang berbuat dosa besar, maka itulah yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita.”

Fatimah bertanya lagi: “Ya Rasulullah, bagaimana mereka bisa masuk?” Jawab Rasulullah: “Digiring oleh Malaikat ke neraka, tanpa dihitamkan mukanya juga tidak biru mata mereka dan tidak ditutup pula mulut mereka. Bahkan tidak dibelenggu atau dirantai.”

“Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka?” tanya Fatimah.

Rasulullah menjawab: “Adapun kaum lelaki ditarik jenggotnya, sedangkan kaum perempuan ditarik rambutnya. Maka banyak dari orang-orang tua dari umatku yang mengeluh ketika di seret ke neraka: ‘Alangkah tua dan lemahku’, demikian juga yang muda mengeluh: ‘Wahai kemudaanku dan bagus rupaku. Sedangkan kaum perempuan mengeluh: ‘Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik.’

Ketika dilihat Malaikat Malik, lalau bertanya: “Siapakah mereka itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan disiksa seperti orang-orang ini, wajah mereka tidak hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama setannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka?

Para Malaikat Zabaniyah menjawab: “Demikianlah kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa.”

Lalu ditanya oleh Malaikat Malik: “Siapakah wahai orang-orang yang celaka?”

Dalam riwayat lait disebutkan, ketika mereka digiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil: “Wa Muhammad.” Tetapi setelah melihat wajah Malaikat Malik, mereka lupa nama Rasulullah SAW karena seramnya Malaikat Malik. Na’udzubillah min dzalik, semoga Allah melindungi kita dari siksa api neraka. (Bersambung)

يَمۡحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرۡبِى الصَّدَقٰتِ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيۡمٍ

Allah menghapuskan keberkahan riba dan menyuburkan keberkahan sedekah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.

(QS. Al-Baqarah:276)

Lima Cara Mengundang Malaikat Datang ke Rumah

Hits: 10

Lima Cara Mengudang Malaikat Datang ke Rumah

Sebuah rumah akan sangat diberkahi jika didatangi malaikat. Sudah pasti keadaan di dalam rumah akan menyejukan hati para penghuni.

Ada hal-hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu agar para malaikat mau mendatangi rumah kita. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan setiap manusia jika menginginkan rumahnya didatangi malaikat

1. Pastikan Rumah Selalu Bersih dan Rapi

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan rumah kita dalam kondisi bersih dari najis-najis. Hal ini sangat penting, karena pada dasarnya Allah sangat mencintai kebersihan, sehingga malaikat sebagai pengikut yang paling taat juga memiliki sifat serupa.

Tidak hanya pada rumah. Kebersihan juga harus dilakukan oleh para penghuninya. Malaikat merupakan makluk yang suci dan mulia, sehingga mereka menyukai manusia yang menjaga kesucian dirinya.

Diriwayatkan dari Mujahid ra, ia berkata “Rasul (Jibril as) terlambat menemui Rasulullah, kemudian Jibril mendatanginya dan Rasulullah bertanya “Apa yang menahanmu untuk menemuiku?” Jibril as menjawab, “Bagaimana aku mendatangi kalian sedang kalian tidak memotong kuku-kuku kalian, tidak membersihkan ruas-ruas jari””

Jika sudah tahu begini, maka mulailah untuk merapikan rumah, membersihkan diri dari kotoran. Agar malaikat senantiasa mau datang ke rumah kita.

2. Banyak Berdzikir dan Bersujud

Cara kedua untuk mengundang makhluk suci ini adalah dengan banyak berdzikir dan bersujud kepada Allah. Makluk yang tercipta dari nur (cahaya) ini sangat taat dan tunduk kepada Allah. Mereka senantiasa berdzikir untuk Penciptanya, sehingga ketika mendengar dzikir dalam sebuah rumah, maka mereka akan datang untuk mampir. Tidak hanya melihat, malaikat juga akan mengelilinga penghuninya dengan rahmat dan ketenangan.

“Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Jika kamu menginginkan kehadiran malaikat Allah, maka penuhi rumah dengan bacaan dzikir serta sujud untuk Allah SWT.

3. Membaca Alquran

Isilah rumah dengan bacaan Alquran kamu dan keluarga. Karena dengan cara ini malaikat akan mampir mengunjungi rumah kita. Mereka akan bahagia mendengarkan ayat-ayat suci yang diturunkan Allah untuk umat manusia.

Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah:

“Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan datangi malaikat, dijauhi setan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syetan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi).

4. Suka Menuntut Ilmu

Jangan menyepelakan untuk menuntut ilmu. Karena malaikat sangat menyukai hal ini. Mereka bahkan akan mengunjungi orang-orang yang giat menuntut ilmu dalam hidupnya.

Sebagaimana dalam hadits :

“Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi).

5. Suka Bersedekah

Malaikat tidak hanya masuk kedalam rumah orang yang suka bersedekah, tapi juga mendoakan kebaikannya. Sebagaimana hadits berikut : Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.”

Bagaimana, masih mau pelit? Padahal dengan bersedekah kita akan dikunjungi malakat plus didoakan supaya mendapat ganti.

Layaknya menunggu sang pujaan hati, menunggu malaikat pun kita harus bersiap sedemikian rupa. Semoga setelah ini, rumah kita akan kedatangan tamu yang begitu agung ini. Mereka menghiasi rumah kita dengan ketentraman hati, rasa bersyukur dan selalui dikaruniai rahmat.

Lelaki yang doanya selalu dikabulkan Allah

Hits: 61

Lelaki Yang Doanya Selalu Dikabulkan Allah

DI dalam Shahih Muslim, Usair bin Jabir meriwayatkan bahwa setiap datang masyarakat rombongan Yaman, Khalifah Umar bin Khathab radiallahu anhu selalu bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir?” Ada apa sebenarnya dengan Uwais? Mengapa orang sehebat Umar bin Khathab bertanya tentang Uwais? Kita lihat bagaimana selanjutnya kisah ini.

Begitu Uwais datang, Umar berkata, “Apakah kamu Uwais bin Amir?” Uwais menjawab, “Iya benar.” Umar bertanya lagi untuk meyakinkan, “Apakah kamu berasal dari masyarakat Murat kemudian masyarakat Qaran?” Uwais menjawab, “Iya.” Kemudian Umar bertanya lagi, “Dulu kamu pernah punya sejarah sakit, berubah warna kulitnya kemudian sembuh tapi tersisa hanya sebesar uang dirham dan masih ada bekasnya?” Uwais menjawab, “Ya.”

Kemudian Umar masih bertanya lagi untuk meyakinkan, “Kau punya seorang ibu?” Kemudian Uwais menjawab, “Ya.” Barulah Umar yakin dengan semua data yang ditanyakan. Ternyata, Uwais al-Qarni ini telah disebut-sebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau masih hidup.

Padahal Uwais tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentang barokahnya Uwais ini, Rasulullah sampai berkata, “Akan datang kepada kalian, seseorang bernama Uwais ibn Amir bersama rombongan masyarakat Yaman. Dia berasal dari Murat kemudian dari Qaran. Dia pernah sakit kemudian berubah warna kulitnya, dan ketika sembuh yang tersisa hanya sebesar dirham. Dia punya seorang ibu, betapa baktinya Ia kepada ibunya.”

Ternyata semua yang ditanyakan Umar, itulah kalimat Nabi. Umar ingin memperjelas data ini, benarkah data ini? Kalau memang benar, maka benarlah ia Uwais ibn Amir. Apa istimewanya Uwais? Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan, “Kalau ia bersumpah Demi Allah, Allah akan penuhi permintaannya.” Subhanallah. Ada orang yang kalau dia berdoa dan bermunajat, pasti Allah kabulkan. Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Kalau ada di antara kalian yang bisa mendapatkan doa ampunan dari Uwais, maka mintalah.”

Maka Umar bin Khattab bertanya tentang Uwais itu untuk meminta doa ampunan ini, karena pasti dikabulkan. Semua permintaan Uwais pasti dikabulkan oleh Allah subhana wa taala. Maka Umar berkata, “Mohonkan ampun untuk saya.” Maka Uwais pun memohonkan ampun. Dan begitulah Uwais al-Qorni. Kemudian, bahkan di tahun berikutnya ketika ada rombongan Yaman lagi, Umar masih bertanya, “Uwais ada tidak bersama kalian?”

Ternyata dijawab, “Uwais tidak punya bekal sehingga dia tidak ikut bersama kami.” Dan kemudian orang itu bertanya, “Mengapa kamu bertanya tentang Uwais?” Kemudian Umar menyampaikan hadis Nabi tentang Uwais tadi. Begitu orang itu pulang, orang itu meminta agar didoakan, dimohonkan ampun oleh Uwais. Uwais berkata, “Kamu yang baru pulang dari perjalanan mulia yaitu perjalanan haji, maka kamu yang mendoakan saya.”

Orang yang baru pulang haji berkata, “Tidak, kaulah yang mendoakan aku. Doakan aku.” Kemudian akhirnya Uwais bertanya, “Pasti kamu bertemu Umar?” Dia berkata, “Iya.”

Maka kemudian Uwais mendoakannya. Subhanallah, ini orang yang mahal. Perlu kita catat dan digaris tebal ini bahwa ini orang yang mahal untuk zaman seperti ini. Ketika nyaris rasanya sulit mencari orang yang doanya langsung didengar Allah subhana wa taala karena terlalu banyak memasukkan barang yang haram. Maka kalau hari ini ada yang doanya langsung didengar oleh Allah subhana wa taala, betapa mahalnya orang itu. Dan ternyata salah satu cara untuk menjadi orang barokah seperti Uwais, sehingga doanya selalu didengar oleh Allah subhana wa taala adalah kalimat Rasul: Bahwa Uwais mempunyai ibu dan betapa baktinya ia kepada ibunya. Berbaktilah kepada kedua orangtua agar hidup kita diberkahi oleh Allah subhana wa taala, sehingga setiap kita meminta, Allah pasti akan mengabulkannya.

Semoga Allah subhana wa taala memberkahi kita semua. Wallahu taala alam bishowab.

Riset Ilmiah : Jasad Syuhada tak Membusuk

Hits: 6

Riset Ilmiah: Jasad Syuhada tak Membusuk

Dr. Abdul Hamid Al Qudhah menguraikan hasil riset ilmiah tentang mikroba dalam buku Al Mikrubat wa Karamatusy Syuhada yang telah diterjemahkan dengan judul Jasad Syuhada tak Membusuk.

Dimulai dari definisi dan penjelasan mikroba, keajaiban-keajaiban mikroba yang berhasil ditemukan melalui serangkaian riset hingga sarang-sarangnya. Banyak gambar ditampilkan untuk melengkapi dan mendukung data-data dalam buku itu.

Selanjutnya, ia mulai menjelaskan mengapa jasad Nabi dan syuhada tidak membusuk.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya menjelaskan bahwa jasad para Nabi tidak akan dimakan (binatang) tanah. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya yang paling utama di antara hari kalian adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan dan dimatikan. Pada hari ini pula terjadi peniupan sangkakala dan kematian massal. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari ini karena shalawat kalian itu akan diperlihatkan kepadaku.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang jasadmu telah lapuk (remuk)” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan (binatang) tanah memakan jasad para Nabi alaihimus salam” (HR. An Nasai dan Ibnu Majah).

Sedangkan mengenai para syuhada, Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154).

Ayat ini banyak dimaknai bahwa jasad syuhada tidak dimakan mikroba sebagaimana jasad para Nabi. Terlebih ketika banyak ditemukan fakta bahwa jasad syuhada masih utuh. Misalnya jasad syuhada uhud dan mujahidin Palestina yang ditampilkan dalam buku tersebut.

Lalu mengapa mikroba tidak merusak jasad para Nabi dan syuhada? Sebab Allah-lah yang memerintahkan mikroba berbuat demikian. Allah yang menciptakan mikroba, membuat sunnatullah bahwa tugas mikroba menguraikan makhluk hidup yang telah mati, maka Dia pula yang bisa mengubah sunnatullah itu pada sesuatu yang dikehendakiNya. “Jadi, mikroba adalah makhluk yang sangat patuh kepada Penciptanya,” ujar Dr. Abdul Hamid Al Qudhahmenyimpulkan.

Doa Mulia untuk anak-anak kita semua

Hits: 6

Doa Mulia Untuk Anak-Anak Kita Semua

Sebagai orangtua tentunya kita ingin selalu mendoakan anak cucu keturunan kita semua dengan doa mulia untuk anak. Semua doa-doa kebaikan kita ucapkan dan pinta pada Allah SWT. Sehingga anak-anak mendapatkan kebaikan, perlindungan, hingga ridho dari yang Maha Kuasa.

Merangkum beberapa doa mulia untuk anak yang bisa dibacakan orangtua. Seperti diantaranya berikut ini.

Doa mulia untuk anak cucu keturunan kita
Ya Allah….

Jagalah putra putriku disaat penjagaanku tidak sampai kepada mereka…

Peluklah putra putriku pada saat tanganku tak mampu memeluknya…

Usaplah dan hapuslah air mata mereka pada saat tanganku tak dapat menghapusnya…

Lindungilah mereka dimanapun dan kapanpun

Karena Engkaulah sebaik-baik pelindung mereka ya Robb….

Tetapkanlah mereka agar senantiasa berada di jalan yang Engkau ridhoi….

Jauhkan mereka dari perbuatan keji dan mungkar ya Allah….

Karuniakan kepada mereka kesehatan rohani dan jasmani…

Jadikan mereka sebagai bagian dari keluargaMu ya Allah…

Tempatkan mereka di lingkungan orang-orang sholeh….

Yang akan menjadikan mereka cinta dan dekat kepada Engkau…

Jadikanlah mereka anak-anak yang berguna dimanapun kelak Engkau mereka tempatkan…

Jadikan hati mereka selalu terpaut kepada Engkau ya Allah…

Jadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup mereka…

Hiasilah ahlak mereka dengan ahlak mulia ya Allah…

Lapangkanlah hati putra putri kami ya Allah…

Jadikanlah hati mereka selalu bersyukur dan memaafkan kesalahan orang lain…

Kami orang tua anak-anak yang Engkau amanahkan kepada kami… Tetapi kami bukan pemiliknya ya Allah…

Maafkan kami…

Jika kami belum bisa jadi orang tua yang baik…..

Belum bisa mendidik mereka dengan baik..

Karena ketidaktahuan kami ya Robb…

Kami akan terus berusaha yang terbaik… Untuk menjaga fitrah mereka Ya Allah…

Saat ini…

Putra-putri kami hidup di saat fitnah begitu besar…

Banyak jalan untuk merusak mereka…

Tetapi kami yakin dengan doa kami ya Allah…

Kami tidak bisa selalu mengawasi mereka…

Aku mohon ya Allah…

Jaga dan lindungi mereka selalu…

Agar selalu ingat kepada Engkau…

Agar mereka malu berbuat maksiat…

Jaga pandangan dan lisan mereka ya Robb..

Engkaulah sebaik-baik pelindung putra-putri kami ya Allah