Say No To LGBT!

Hits: 7

Allah SWT berfirman:

اَئِنَّكُمْ لَـتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَآءِ ۗ بَلْ اَنْـتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ
“Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).”
(QS. An-Naml 27: Ayat 55)

وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا ۚ فَسَآءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ

“Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.”

(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 173)

Do’a Nabi Sulaiman

Hits: 8

Allah SWT berfirman:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ
“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

(QS. An-Naml 27: Ayat 19)

Semut Dan Nabi Sulaiman

Hits: 6

Allah SWT berfirman:

حَتّٰۤى اِذَاۤ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِ ۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰۤاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْ ۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗ ۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

(QS. An-Naml 27: Ayat 18)

Keutamaan Sholat Berjamaah

Hits: 10

*25 Alasan knp laki laki muslim harus sholat berjama’ah di masjid*

01. Setiap langkah
menghapus dosa dan
menaikkan derajat
02. Didoakan malaikat
03. Mendapat cahaya
sempurna di hari
qiyamat
04. Diampuni dosa2nya spt
bayi yg baru lahir
05. Malaikat berebut utk
mencatat
06. Allah menjaga
kekhusyuan hati kita
07. Disaksikan sbg org
iman oleh Allah
08. Mati dalam keadaan
muslim yg fitrah
09. Mendapat naungan
Allah di hari qiyamat
10. Allah bergembira dgn
hamba yg sholat
berjama’ah di masjid
11. Shaf awal di masjid itu
shaf para malaikat
12. Sholat subuh
berjama’ah pahalanya
spt sholat semalam
13. Sholat isya berjama’ah
pahalanya spt sholah
separuh malam
14. Berjalan diwaktu subuh
menuju masjid berada
dalam rahmat Allah
15. mendapat pahala
seperti pahalanya haji
dan umroh
16. Pahala mengikuti
sunnah nabi
17. Dijauhkan dr sifat
munafiq
18. Semakin jauh langkah
semakin besar pahala
19. Dijamin hidup bahagia
20. Dijamin khusnul
khatimah
21. Dijamin dpt kavling di
surga oleh Allah
22. Bagi yg tertinggal
rokaat bhkn ktk dtg
sholat sdh bubar, dia
tetap mndapat pahala
sholat berjama’ah
diampuni dosa2nya
meski dia sendiri
23. Pahala shaf pertama
sangat besar
24. Bila ucapan Aamin pas
dgn ucapan malaikat yg
ikut shalat maka
dosanya diampuni
25. Duduk menunggu
imam, dicatat oleh
malaikat sbg org yg
sholat

Jadi apakah kita kaum Pria masih malas utk ke masjid dgn bgtu besar keutamaannya ?

Apakah shalat berjama’ah di rumah bersama keluarga memiliki keutamaan spt diatas ?
*TENTU TIDAK.*

Apakah kita tdk mau setiap selesai sholat menjadi spt bayi yg baru lahir ? Didoakan malaikat ? Dijamin kavling surga ? spt Pahala haji dan umroh ? Dll

Hindari Marah terhadap anak

Hits: 14

Sekalipun Kesal Pada Buah Hati, Hindari Menyakitinya dengan Kata-kata yang Tak Berarti

sayangianak.com

2019/01/22 12:34

Ikuti

Bun, melakukan kekerasan verbal tak dianjurkan oleh pihak manapun, kan? Sekalipun buah hati sukar sekali menuruti kemauan Bunda, bukan berarti Bunda harus melontarkan kalimat yang tak pantas. Sebagian mungkin mengomel sambil berteriak.

Tapi, jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang meremehkan, membohongi, atau mencela anak ya Bun. Bunda perlu tahu, perkataan seperti itu termasuk dalam kekerasan verbal dan ini berdampak bagi kondisi psikologis anak lho.

Mengutip Mom Junction, kekerasan verbal adalah salah satu kekerasan yang sering terjadi pada anak dan sering terabaikan. Seringnya, orang tua melakukan ini dengan alasan sayang atau disiplin. Padahal, kekerasan dalam bentuk ini bisa menimbulkan efek negatif jangka pendek pada anak seperti tiga hal ini

Ia Akan Rentan Depresi
Bun, terlalu sering berteriak pada anak pun bisa membuat mereka menjauhkan diri dari Bunda. Mereka pun jadi trauma dan tak mau berdekatan dengan orang yang ada di sekitarnya. Hati-hati Bun, kondisi ini mungkin akan muncul secara permanen kalau kekerasan verbal terus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi, kurang-kurangi membentak atau mengeluarkan kata yang tidak-tidak untuk buah hati ya Bun.

Mental dan Fisiknya Pun Ikut Menurun
Anak akan menunjukkan kemampuan mental dan fisik yang buruk ketika rasa percaya diri mereka rendah. Kalau orang tua memberi semangat dengan kalimat, ‘Bunda tahu kamu pasti bisa menang’, secara otomatis anak berpikir bahwa mereka mampu melakukannya.

Tapi kalau yang terjadi justru sebaliknya, yaitu Bunda meremehkan kemampuan anak, seperti ‘Kamu tak akan bisa. Kamu tak cukup kuat untuk melakukan itu’, mungkin anak akan memutuskan kalah untuk membuktikan bahwa omongan orang tuanya benar.

Membuat Buah Hati Jadi Rendah Diri
Kalau Bunda terus-terusan berkata kasar dan meneriaki anak, bisa jadi dia berpikir bahwa ada yang salah pada dirinya. Anak-anak mulai merasa rendah diri dan semakin hilang rasa percaya dirinya. Ia pun menganggap teman-temannya lebih superior. Lambat laun, karena tak ada ada pada posisi sejajar dengan orang lain, anak merasa bahwa orang lain jauh lebih baik darinya.

Di luar sana, banyak orang tua belum paham tentang kekerasan pada anak lewat perkataan. Padahal, kekerasan semacam ini dan dilakukan orang tua dapat menimbulkan luka yang dalam pada kehidupan dan perasaan anak. Ketika terlalu sering mendapatkan kekerasan verbal, anak akan merasa tidak berharga.

“Kata-kata seperti meremehkan, membandingkan, mengecilkan, dan membohongi secara langsung atau tidak memengaruhi kejiwaan serta psikologi seorang anak yang membuat dirinya menjadi minder. Bahkan tak jarang anak mengambil jalan pintas untuk bunuh diri,” ujar psikolog Elli Risman seperti dikutip dari detik.com.

Untuk itu, sebagai orangtua yang bijak, alangkh lebih baiknya kita coba hindari mengucapkan kata-kata kasar atau yang meremehkan anak ya. Bunda boleh saja kesal pada si kecil. Tapi, yuk berusaha mengajak mereka bicara baik-baik, tanpa harus berteriak apalagi berkata kasar padanya, Bun.

Klik disini untuk halaman asli