Ini 10 Golongan Manusia Saat Dikumpulkan di Padang Mahsyar

Hits: 14

Sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Mu’ad bin Jabal, pernah bertanya kepada Nabi SAW, bagaimana tafsir tentang firman Allah SWT surat An Naba [98] ayat 18, “Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” {Q.S An Naba [98]: 18}

Rasulullah SAW menjawab: “Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang sangat besar.”

Kedua mata beliau pun meneteskan air mata, karena di golongan tersebut ada umat Rasulullah SAW. Selanjutnya Beliau bersabda: “Ada 10 golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jamaah kaum muslimin, dan akan menampakkan bentuk rupa mereka sesuai dengan amalnya di dunia. Di antara mereka:

Ada yang berwujud kera, yaitu orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara mereka.

Ada yang berwujud babi, yaitu mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram, dan bekerja dengan cara yang haram.

Ada yang berjalan jungkir balik dengan muka terseret-seret, yaitu orang-orang yang ketika di dunia gemar memakan riba.

Ada yang buta kedua matanya, yaitu mereka yang suka berbuat zalim dalam memutuskan hukum.

Ada yang tuli, bisu, dan tidak tahu apa-apa, yaitu mereka yang ketika di dunia suka menyombongkan diri atas amal yang diperbuat.

Ada yang mengunyah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada, dan mengalir nanah dari mulutnya, sehingga jamaah kaum muslimin jijik kepadanya. Mereka adalah golongan ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak belakang dengan perbuatannya.

Ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong, mereka adalah orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.

Ada yang disalib di atas batang besi yang panasnya dari neraka, yaitu mereka yang suka mengadu orang lain dengan pengaduan yang batil dan palsu.

Ada yang aroma tubuhnya lebih busuk dari bau bangkai, yaitu orang-orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti syahwat dan kemauan mereka, tanpa mau menunaikan hak Allah SWT pada harta yang mereka miliki.

Ada yang berselimut kain yang dicelup aspal mendidih, yaitu mereka yang suka takabur, berlaku sombong, dan membanggakan diri.“ [H.R Al Qurtubi]

Hidayah dari Al Quran

Hits: 18

Subhanallah…

Bbrp hari ini sy berpikir ttg bagaimana caranya seseorang itu bisa dapat hidayah, sebab hidayah itu tdk bisa semua org mendapatkannya

Barusan sy baca suatu ayat… dimana ternyata hidayah bisa didapat jika (sering) membaca Al Quran…

Subhanallahhhh 😇

Allah SWT berfirman:

اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَا بِهًا مَّثَا نِيَ ۖ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ
allohu nazzala ahsanal-hadiisi kitaabam mutasyaabiham masaaniya taqsya’irru min-hu juluudullaziina yakhsyauna robbahum, summa taliinu juluuduhum wa quluubuhum ilaa zikrillaah, zaalika hudallohi yahdii bihii may yasyaaa`, wa may yudhlilillaahu fa maa lahuu min haad

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.”

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 23)

Tangan X

Hits: 18

Berdasarkan kepercayaan kuno, garis tangan diyakini berkaitan erat dengan kepribadian seseorang, bahkan menjadi tanda yang menggambarkan masa depan, karier, kehidupan, asmara, hingga masalah keuangan dan kesehatan.

Garis tangan juga menjadi kajian serius orang-orang zaman dahulu.

Jika dirunut dari sejarahnya, studi garis tangan sudah mulai dipraktikan sejak ribuan tahun lalu di India. Sebagaimana yang ditemukan dalam kitab Hindu.

Dari India, kemudian hal ini menyebar ke seluruh dunia, semisal ke China, Tibet, Mesir, Persia, dan beberapa kawasan lainnya di Eropa.

Dalam dokumen lainnya disebutkan pula bahwa Alexander The Great atau Alexander Agung juga memiliki minat untuk memelajarinya.

Ini bermula sejak ia penasaran dengan garis tangannya sendiri.

Ia diyakini memiliki garis tangan yang unik yang tak seorang pun menyamainya.

Seorang cerdik pandai asal Mesir, meyakini bahwa Alexander Agung memiliki garis tangan berbentuk huruf X yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain di dunia.

Bahkan dikatakan hanya ada 3% dari seluruh populasi di dunia ini yang memiliki garis tangan serupa.

Untuk menguji kebenaran klaim tersebut, STI University Moskow melakukan serangkaian penelitian untuk membuktikannya.

Mereka lantas memaparkannya lewat dokumen penelitian yang berjudul Garis Tangan X dan Hubungannya dengan nasib si pemiliknya.

Dalam penelitian yang menggunakan sample lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia, mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki bentuk garis tangan huruf X merupakan sosok seorang pemimpin yang memiliki pengaruh sangat besar di zamannya.

Mereka juga dikenang atas jasa-jasa besar mereka.

Beberapa diantara orang yang memiliki bentuk garis tangan ini antara lain Alexander The Great, Abraham Lincoln dan yang masih hidup yakni Vladimir Putin.

Mereka yang memiliki simbol huruf X di kedua telapak tangannya, bakal dikenang atas jasa-jasa besarnya sangat lama setelah kematiannya.

Sementara mereka yang memiliki simbol huruf X hanya di salah satu tangannya, ia akan menjadi orang yang sangat sukses serta menjadi orang terkenal.

Tak hanya itu, orang – orang ini juga diyakini memiliki intuisi indera keenam sangat kuat.

Mereka bisa merasakan akan datangnya bahaya, ancaman dan hal lainnya yang mengancam dirinya.

Mereka seolah dilindungi oleh energi positif di sekeliling tubuhnya.

Mereka juga akan dengan mudah mengetahui jika ada seseorang yang berbohong padanya.

Intuisinya pun sangat kuat untuk menyadari bahaya dari orang-orang yang iri maupun hendak berbuat jahat padanya.

Mereka mungkin akan memaafkan orang tersebut, tapi mereka tak akan melupakannya. Yang pasti, mereka sulit untuk dicelakai.

Lantaran intuisinya sudah memberikan alarm sebelum kejahatan itu benar-benar dilakukan kepadanya


Tanda-Tanda Kemunafikan Zaman Ini

Hits: 18

Munafik ialah sebuah perilaku di mana terdapat tiga ciri yang melekat kepadanya. Ialah bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia mengingkari dan bila dipercaya ia berkhianat. Orang-orang yang memiliki sifat munafik di dalam dirinya, dan hingga tiba ajalnya belum memohon ampun kepada Allah, maka telah disiapkan untuknya siksaan di jurang neraka-Nya.

Pada sebuah riwayat bahkan dijelaskan, bahwa munafik lebih berbahaya dari kekafiran pada diri seorang manusia. Tersebab itulah mengapa Allah ancam dengan siksaan yang teramat pedihnya. Karena salah satu sebab dari terpecahnya kesatuan umat Islam bersumber dari menebarnya orang-orang munafik di tengah kehidupan masyarakat.

Orang-orang yang pandai bicaranya, tetapi lemah dalam teladan perilakunya. Menerangkan ayat demi ayat dengan betapa bagusnya, tetapi justeru perbuatannya melanggar perintah-Nya. Berpenampilan sebagaimana orang taqwa, tetapi dengan kedudukannya justeru mengajarkan yang jauh dari syariat-Nya. Sungguh teramat bahayanya orang-orang yang semacam ini. Karenanya umat akan dibingungkan dengan fatwa yang tidak didasarkan pada dua pedoman utama. Lisannya bergerak sesuai keinginan dan kepentingan semata. Dakwahnya tidak lagi untuk memurnikan agamanya, tetapi menyesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pendengarnya.

Hasan Al-Basri menjelaskan di dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam, “Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.”

Kemunafikan zaman ini sungguh lebih berbahaya dari kemunafikan masa silam, terkhusus pada era Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hudzaifah Ibnul Yaman menerangkan dalam kitabnya Hilyatul Auliya’, “Orang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.”

Tersebab itulah penting bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda dari kemunafikan zaman ini, sehingga dengannya kita dapat menimbang mana perkara yang benar disampaikan sesuai ketentuan dan mana yang hanya berdasar kepentingan.

1) Tidak amanah dan tidak jujur. Sebagaimana tertuang jelas pada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat.”

Betapa hari ini kebenaran seperti sulit ditemukan. Kebohongan seolah-olah menjadi sesuatu yang biasa dan digunakan untuk mempermudah segala urusan. Fitnah menyebar di hampir setiap sisi kehidupan. Betapa pula banyak orang bernafsu mengambil amanah, tetapi banyak pula di antaranya yang gagal menunaikan.

2) Malas-malasan beribadah. Dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat ke 142, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Banyak dari manusia yang begitu semangat mengejar dunianya, tetapi bila berurusan dengan akhiratnya, mengabdi pada Rabb-Nya, sungguh kemalasan merasuk ke jiwanya. Sikap yang demikian itulah termasuk ke dalam golongan menipu Allah. Menjadi satu dari ciri orang-orang yang munafik.

3) Pandai berkata bijak, tapi berperilaku sebaliknya. Suatu ketika Umar bin Khatab pernah berkhutbah pada sebuah mimbar, ia mengatakan, “Yang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: “Bagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?” Umar menjawab, “Ia berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.”

Jelas terlihat pada zaman ini, betapa banyak orang yang indah lisannya, tetapi tidak demikian pada sikap dan perilakunya. Dikenal sebagai seorang alim, bergelar guru, pendakwah, penceramah, tetapi keseharian sungguh beda dengan untaian lisan. Betapa yang demikian itu tidak mencerminkan teladan yang baik bagi umat.

Bukan hanya tidak sesuai dengan perkataan lisan, beberapa di antara mereka justeru ada yang berbuat kemungkaran. Dibalik mimbar mengumbar ayat-ayat Qur’an, dibelakang dengan mudah berbuat kemaksiatan. Di depan umum berpenampilan menawan, di baliknya berlaku jauh dari ketentuan. Sungguh orang-orang yang demikian ini teramat berbahaya. Betapa kemunafikan lekat pada dirinya, dan meskipun baik lisannya, tetapi Allah ancam ia dengan siksa yang teramat pedih kelak di dalam neraka.

Mengaku Menemukan Tuhan Usai Putuskan Berhijrah, Ki Joko Bodo Kini Ajarkan Agama pada 10 Anaknya

Hits: 18

Ki Joko Bodo yg kini udah tidak Bodo.. Udah pinter beragama.. Subhanallah

Karena sudah tobat
Semenjak “tersengat listrik” saat di tanah suci

Apakah kita menunggu “tersengat listrik” juga agar dapat hidayah?

Ternyata Mahalnya hidayah itu ya..

Mengaku Menemukan Tuhan Usai Putuskan Berhijrah, Ki Joko Bodo Kini Ajarkan Agama pada 10 Anaknya

Nama paranormal Ki Joko Bodo tentu sudah tidak asing di dunia hiburan Indonesia.

Kemampuan Ki Joko Bodo dalam memprediksi nasib para pesohor Tanah Air membuatnya eksis di layar kaca bak artis.

Namun, popularitas Ki Joko Bodo sebagai paranormal kini seolah meredup seiring dengan dirinya yang tak lagi tampil di televisi.

Lama menghilang, pria asal Bali ini kembali mencuri perhatian dengan kabar terbarunya.

Kabar terbaru mengenai Ki Joko Bodo ini terungkap dalam tayangan Selebrita Pagi di YouTube Trans7 Official pada Minggu (12/5/2019) lalu.

Ya, rupanya ia telah berubah drastis karena menanggalkan rambut gondrong dan busana serba hitam yang menjadi ciri khasnya.

Tak hanya dalam penampilan, perubahan mencolok juga terjadi di kehidupannya sejak memutuskan berhijrah.

Seperti apa kehidupan Ki Joko Bodo sekarang?

Seperti diketahui, Ki Joko Bodo telah memutuskan berhijrah dan lebih mendalami agama Islam yang menjadi keyakinannya.

Dalam wawancara di acara On The Spot di YouTube Trans7 Official pada (25/4/2018) silam, Ki Joko Bodo pernah mengungkap perjalanan hijrahnya dimulai usai beribadah umrah.

Saat bersujud di Tanah Suci, ia mengaku merasakan getaran sangat kuat, yang membuat tubuhnya seolah tersengat listrik.

Momen itulah yang membuatnya percaya bahwa Tuhan memang ada.

“Kalau dulu masih mencari Tuhan, sekarang sudah menemukan Tuhan. Ibaratnya seperti itu,” ujarnya seperti dilansir YouTube Trans7 Official (12/5/2019) lalu.

Imbas dari keputusannya itu, dia harus mengubah penampilannya secara drastis hingga dirinya menjadi sulit dikenali.

Penampilannya kini bersih dari rambut gondrong dan kumis serta janggut.

Seolah meninggalkan dunia metafisika yang dulu menjadi mata pencahariannya, kini ia berubah menjadi relijius.

YouTube Trans7 Official (screenshot)

Mengaku Menemukan Tuhan Usai Putuskan Berhijrah, Ki Joko Bodo Kini Ajarkan Agama pada 10 Anaknya

Dalam tayangan Selebrita Pagi edisi 12 Mei 2019, pria berusia 55 tahun itu tampak rajin beribadah di masjid-masjid dekat rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Tidak hanya pada dirinya, sikap relijius ini juga ia tanamkan kepada 10 anak-anaknya.

Kesepuluh anaknya tersebut merupakan buah cinta hasil pernikahan dengan 4 istrinya.

“Aku punya anak 10. Jadi pendidikan agama sangat penting untuk anak-anak supaya anak-anak bisa beradab berakhlak, jadi tidak maunya sendiri,” ia menambahkan.

Ki Joko Bodo juga mengungkap semua anaknya diwajibkan belajar agama secara penuh sehingga pengetahuan keislaman mereka jauh lebih tinggi dibanding dirinya.

“Baca Al Quran, suruh ngaji, kemudian shalat dan sebagainya. Malah lebih pinter anakku daripada aku,” ujarnya sembari terkekeh.

Kesungguhan Ki Joko Bodo dalam berhijrah juga dibuktikannya dengan mewakafkan salah satu rumahnya untuk dijadikan masjid.

Rumah itu tak lain adalah bekas tempatnya membuka praktik paranormal di masa silam.

Niat baiknya itu semata-semata sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat luas.

“Kalau jaman dulu kan banyak kepentingan pribadinya. Saat-saat ini kita mengabdi untuk masyarakat,” pungkasnya.