Doa Doa Pilihan berkeluarga

Hits: 10

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Berdoa salah satu cara berkomunikasi dengan sang Pencipta. Allah menjamin setiap doa akan dikabulkan. Firman Allah dalam Al Quran Surat Ali Imrah ayat 186, yang artinya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Di lain ayat Al Quran, Allah berfirman dalam Surat Assyura ayat 26, yang artinya:

“Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

Begitulah Allah menjamin kekuatan Doa.

Dalam hidup berumahtangga, siapa yang tak ingin bahagia. Namun, masalah kadang membuat rumah tangga oleng.

Bak perahu, kadang harus menghadapi arus deras yang dapat membuat perahu terbalik. Bagi yang siap mengantisipasi, perahu akan bsa seimbang lagi, tapi bagi yang tidak siap apalagi ada lobang di perahu, risiko akan tenggelam.

Maka selain berikhtiar agar perahu tetap seimbang, berdialog dengan Allah lewat doa sangat dibutuhkan.

1. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Agar Mudah Mendapatkan Rezeki

اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاء تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Allahumma robbanaa anzil alaina maaidatamminassamaaa’i takuunu lana iidalli’aqolina wa’akhirina wa’ayatamminka wa’urzukna wa’anta khoirurroziqin.”

Artinya:“Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (QS. al-Ma’idah: 114)

2. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Rasa Kasih Sayang Antara Suami Istri

وَأَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَبَّةٗ مِّنِّي وَلِتُصۡنَعَ عَلَىٰ عَيۡنِيٓ

“Wa’alqaitu alaika mahabbatamminnii walitushna’a alaa ainii.”

Artinya:“Dan aku telah tanamkan dari kemurahan-Ku perasaan kasih sayang orang terhadapmu; dan supaya engkau dibela dan dipelihara dengan pengawasan-Ku.” (QS. Thaha: 39)

3. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Untuk Mendapatkan keturunan

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Wazakariyyaa idznadaa robbahuu robbi laa tadzarni faaroda wa anta khoirul waarisiin.”

Artinya:“Ya Tuhanku, janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS. al-Anbiya: 89)

4. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Untuk Melembutkan Hati Pasangan Maupun Mertua

( مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢) إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (٣) تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا (٤) الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى (٥

“Maa anzalnaa alaikal qur’aana litastqoo. Illa nadzkiratalliman yakhsyaa. Tanziilammimman kholakol ‘ardho wassamaawaatil ‘uula. Arrohmaanu ‘alaa ul ‘arsyi ‘ustawaa.”

Artinya:“Tiada Kami (Allah) turunkan kepadamu Al-Qur’an ini supaya engkau celaka (menyusahkan engkau)! Melainkan untuk menjadi peringatan bagi orang yang takut. (Al-Qur’an) yang diturunkan daripada Tuhan, yang menciptakan bumi dan beberapa langit yang tinggi. Tuhan yang pengasih, di atas singgasana Dia bersemaya (berkuasa). Dia mempunyai apa yang ada di langit, dan di bumi, serta di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah.” (QS. Thaha: 2-5).

5. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Ketaqwaan Anggota Keluarga

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanna hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a’yun, waajalnaa lilmuttaqiina imaama.”

Artinya:“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai kebahagiaan hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang (anggota keluarga) yang bertaqwa”. (QS. Al-Furqan: 74)

6. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Agar Terbebas Dari Niat Jahat Manusia

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Man’jaa’a bil hasanati falahuu khoirumminha wa man’jaa’a bissay’aatii fala yuj’zaallaziina ‘amilussayi’aati illa maa kaanu ya’malun.”

Arti: “Sesiapa yang datang membawa amal baik (pada hari akhirat) maka baginya balasan yang lebih baik dari padanya; dan sesiapa yang datang membawa amal jahat, maka mereka yang melakukan kejahatan tidak dibalas melainkan dengan apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Qasas: 84)

7. Doa Kebahagiaan Rumah Tangga Agar Dipermudah Segala Rencana Hidup

رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Robbanaa aatinaa milladunka rohmatan wahayyi’ lanaa min ‘amrinaa rosyada.”

Artinya:“Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami.” (QS. Al-Kahfi: 10)

8. Doa terhindar dari cemburu berlebihan

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ دَاوِنِي بِدَوَائِكَ، وَاشْفِنِي بِشِفَائِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ، وَاحْذَرْ عَنِّي أَذَاكَ

“Bismillah, Allahumma daawini bidawaaika, wasyfini bisyifaaika, wa aghnini bifadhlika ‘amman siwaaka, wahdzar ‘anni aadzaka”

Artinya: ” Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah obatilah aku dengan pengobatan-Mu, dan sembuhkanlah aku dengan kesembuhan-Mu. Cukupilan aku dengan karunia-Mu, jangan sampai aku meminta kepada selain-Mu, dan jauhkanlah aku dari penyakit-Mu.

Demikian beberapa doa kebahagiaan rumah tangga. Jangan lupa untuk saling tolerasi satu sama lain, terima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing.

Karena itulah pasangan hidup yang dipercayakan Allah kepada kita. Bila ada persoalan dalam rumahtangga, yakinilah, pasti ada jalan keluarnya. (TribunSumsel)

Ini Empat Sifat yang Paling Dibenci Rasulullah

Hits: 15

Sebagai umat Nabi, tentu kita ingin selalu meneladaninya sehingga di akhirat kelak beliau mengakui kita sebagai umatnya. Oleh karena itu, kita harus merenungi sabda Nabi SAW berikut:

عن ثعلبة الخشني قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن أحبكم إلي وأقربكم مني في الأخرة محاسنكم أخلاقا وإن أبغضكم إلي وأبعدكم مني في الآخرة أسوأكم أخلاقا الثرثارون المتفيهقون المتشدقون

Diriwayatkan dari Tsa’labah Al Khusyaini, ia berkata, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku sukai dan paling dekat denganku di akhirat adalah orang yang baik akhlaknya, sedangkan orang yang aku benci dan paling jauh dari aku adalah ornag buruk akhlaknya, banyak bicara, sombong, dan bicara kasar

Hadis tersebut menerangkan jika kriteria orang yang dibenci Rasulullah dan berada paling jauh adalah mereka yang buruk akhlaknya, banyak nicara, sombong, dan bicara kasar. Empat kriteria tersebut patuntnya kita jauhi, agar kelak bisa bersanding dan dekat dengan Rasululllah.

Buruk akhlaknya adalah kriteria pertama yang dibenci dan paling jauh dari Rasulullah. Orang yang beraklak buruk tentu bertolak belakang dengan ajaran Islam. Bagaimana tidak, Rasulullah saja diutus untuk memperbaiki akhlak. Sebagaimana hadis Nabi:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”

Kriteria kedua adalah ia yang banyak bicara. Selain menghabiskan banyak waktu, perilaku tersebut bisa menjerumuskan dirinya pada urusan yang tidak berfaedah. Di antara bahan pembicaraan yang mendorong seseorang banyak bicara adalah pembicaraan yang tidak penting. Hadis dari Ibnu Umar:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

Dari Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (HR Tirmidzi)

Ketiga adalah ia yang sombong. Perilaku ini lebih sering menolak kebemaran dan meremehkan orang lain. Seseorang yang sombong pasti memandaang dirinya berada diatas kebenaran dan merasa lebih diantara yang lain. Perilaku tersebut bertentangan dengan ajaran Islam berdasarkan QS An Nahl ayat 23:

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.”

Kriteria keempat adalah ia yang bicara dengan kasar. Perilaku seperti itu banyak menyakiti prang sekitar, sengaja atau tidak sengaja. Namun alangkah lebih baiknya jika kita bisa bersikap santun pada semua orang. Al Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunnahnya, dimana Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ

“Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu’min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”

Orang Tua Sudah Wafat, Ini Empat Cara Balas Kebaikannya

Hits: 11

Setiap manusia berkewajiban berbakti kepada orang tuanya, terutama kepada ibunya yang telah mengandung, melahirkan serta merawat anaknya. Ayah yang telah mencukupi kebutuhannya juga sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab dunia samapi akhirat. Pengorbanan keduanya tak akan mampu dibayar oleh materi sebesar apapun, segunung emas sekalipun tak akan cukup untuk membalas kebaikannya.

Bila kedua orang tuanya telah wafat, bagaimana caranya seorang anak membalas kebaikan mereka?

Imam al-Baihaqi dalam kitab Makrifat Sunan wa al-Atsar mengutip sebuah hadis:

عَنِ أَبِي أُسَيْدٍ السَّاعِدِيِّ ، أن رجلا ، من بني ساعدة قال : يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أَبَوَايَ قَدْ هَلَكَا، فَهَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ بِرِّهِمَا شَيْءٌ؟ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” نَعَمْ، أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ: الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ رَحِمِهِمَا الَّتِي لَا رَحِمَ لَكَ إِلَّا مِنْ قِبَلِهِمَا. رَوَاهُ اَلْبَيْهَقِيُّ

Diriwayatkan dari Abi Usaid as-Sa’idy bahwa seseorang dari Bani Sa’idah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguh kedua orang tua saya telah wafat, apakah masih ada kewajiban yang harus saya tunaikan setelah mereka meninggal? Lantas Nabi menjawab:”Iya, ada empat hal. Pertama, menyalati keduanya. Kedua, memintakan ampunan untuk mereka. Ketiga, melaksanakan janji atau tugas mereka setelah wafat. Keempat, memuliakan teman sejawatnya serta selalu menjalin tali silaturrahmi atau menjalin hubungan baik kepada mereka.” (HR. Al-Baihaqi)

Menurut Syeh Muhammad Ali al-Bakri dalam kitab Dalil al-Falihin Lituruq Riyadis Shalihin yang mengutip pendapat Imam al-A’quli yang menjelaskan bahwa hadis di atas sebagai dalil akan pentingnya menjalin silaturrahmi kepada teman sejawat orang tua yang telah meninggal, karena ini termasuk bentuk ketaatan yang harus dijaga dan dilanjutkan oleh anak-anaknya.

Dari penjelasan hadis di atas dapat dipahami bahwa seorang anak harus berbuat kebaikan orang tuanya walau sudah meninggal. Ini mengisyaratkan bahwa ketaatan anak kepada orang tuanya tak terbatas di dunia saja, namun di alam kubur pun anak harus selalu mendoakan mereka sebagai bukti bakti sang anak atas limpahan kasih sayang mereka, juga harus menjaga hubungan persaudaraan yang baik. Bila itu semua telah dilakukan maka seorang anak akan mendapatkan keberkahan umur dan rezeki serta tercatat anak yang berbakti kepada orang tua.

NIKMAT mana lagi yg kamu Dustakan?

Hits: 13

Semoga kita termasuk hamba Allah yg selalu bersyukur.

Kurang lebih seperti diatas gambaran pembuluh darah dalam tubuh manusia, bisa kita lihat betapa besarnya Allah dari ciptaan-Nya.

Karena bagaimana tidak, bisa kita bayangkan jika ada satu saja pembuluh darah kita yang tidak berfungsi dengan baik, apa yang terjadi pada diri kita?

Sebagaimana pengakuan Bapak Dahlan Iskan beliau pernah bertanya berapa harga ‘selang’ pembuluh darah?

Dijawab oleh seorang dokter ahli, mencapai 500.000.000 Rupiah/0.5 Meter.
Artinya setiap 1 Meter mencapai 1 Miliar Rupiah.

Padahal seluruh saluran darah seorang manusia panjangnya sekitar 200 Kilometer. Besar dan kecil. Berarti total harga saluran darah manusia itu 400.000 X Rp. 500.000.000 = Rp. 200 Triliun Rupiah.

Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :
“Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar-Rahman)

Allah ﷻ berfirman :
“Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.”
(QS. An-Nahl [16] : 18)

Lihatlah kebesaran Allah سبحانه و تعالىٰ dari tubuh kita sendiri agar kita termasuk orang-orang yang dapat mengambil pelajaran.