Penolong Agama Allah

Hits: 8

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 7)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Cara Tentara AS Bisa Tidur dalam Waktu 2 Menit

Hits: 6

Cara Tentara AS Bisa Tidur dalam Waktu 2 Menit

Angkatan militer Amerika Serikat punya metode unik membuat seseorang mudah terlelap. Cara tersebut tengah menjadi perbincangan hangat di internet baru-baru ini.

Semua bermula dari sebuah buku berjudul ‘Relax and Win: Championship Performance’ yang dirilis pada 1981 lalu. Buku karya Sharon Ackman ini memberitahu kepada pembaca tentang manfaat tertidur dalam waktu dua menit, sebuah kebiasaan yang dilakukan militer AS.

“Sekolah pra-penerbangan Angkatan Udara AS mengembangkan metode ilmiah untuk tidur siang dan malam dalam kondisi apa pun, dalam waktu kurang dari dua menit,” tulis Ackman, seperti dikutip IFL Science. “Setelah enam pekan menjalani masa latihan, 96 persen pilot bisa tertidur dalam dua menit atau kurang. Bahkan setelah minum kopi dengan diiringi suara tembakan.”

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengosongkan pikiran. Kemudian kendurkan semua otot di wajah.

Selanjutnya, buat kondisi bahu dan lenganmu serelaks mungkin. Lalu tarik napas dalam-dalam, setelah itu regangkan kakimu. Setiap langkah tersebut harus dilakukan secara berurutan.

Barulah pada 10 detik berikutnya, kamu bisa menjernihkan pikiran sepenuhnya. Bayangkan kamu tengah berbaring di sebuah ruangan tanpa cahaya, di atas sofa empuk yang membuatmu nyaman. Jika sulit membayangkannya, cukup katakan ‘jangan berpikir’ berulang-ulang karena itu bisa sedikit membantu.

Setelah melakukan setiap langkah yang dianjurkan tersebut, maka mulailah untuk memejamkan mata. Menurut Ackman, teknik ini sangat bermanfaat bagi orang-orang militer yang tengah menghadapi situasi berbahaya atau saat mereka membayangkan betapa menakutkannya situasi di medan perang.

Dalam studi baru yang diungkap di European Society of Cardiology Congress pada September 2019 lalu, terungkap bahwa tidur dengan durasi enam hingga sembilan jam setiap malam bisa menjaga kesehatan jantung. Sementara riset lain di The Journal of Neuroscience disebutkan pula kurang tidur akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Kedua penelitian ini sama-sama ingin mengatakan betapa pentingnya manfaat tidur.

Metode tidur singkat ala pasukan militer AS ini pun bisa dengan mudah kamu praktikkan di rumah. Terutama buatmu yang kerap mengalami susah tidur atau yang tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat dengan durasi yang ideal.

Inilah Dasar Ruh Orang Meninggal Dunia Pulang Ke Rumah

Hits: 6

Menurut saya : Ruh manusia saat meningggal maka kembali ke Allah. Sedangkan yg masih hidup adalah jiwa

Jiwa didalam kubur terbagi menjadi 3 :

1 ditidurkan sampai kiamat datang

2 Mendapat siksa kubur

3 Masih hidup di alam kubur, seperti para syuhada

—-
Budaya-budaya islami yang ditinggalkan Wali Songo dan para pejuang agama islam di Jawa, seperti tahlilan, slametan, dan syukuran merupakan budaya-budaya yang amat memiliki nilai positif dan bermanfaat, khususnya bagi ruh-ruh keluarga dan semua orang muslim yang sudah meninggal dunia pada umumnya.

Pasalnya, ruh orang-orang yang sudah meninggal dunia sangat membutuhkan pertolongan orang-orang yang masih hidup, melalui doa, bacaan Al-Qur’an, shodaqoh, dan ibadah-ibadah lainnya yang pahalanya ditujukan kepada mereka.

Bahkan dalam beberapa riwayat yang termaktub dalam kitab-kitab kuning pesantren, banyak menjelaskan bahwa ruh-ruh tersebut pun pulang menjenguk rumah dan berharap hadiah doa, bacaan Al-Qur’an, shodaqoh, dan sebagainya.

Untuk itulah, di sini penulis blog mencoba untuk memberikan sedikit dasar dan dalil yang menyebutkan bahwa ruh orang-orang yang sudah meninggal dunia akan pulang ke rumahnya dan mengharap hadiah pahala dari keluarganya :

Riwayat Pertama :

Dalam salah satu riwayat dari Sahabat Abu Hurairah ra dijelaskan :

اِذَا مَاتَ الْمُؤْمِنُ دَارَتْ رُوْحُهُ حَوْلَ دَارِهِ شَهْرًا فَتَنْظُرُ اِلَى مَا خَلَفَهُ مِنْ مَالِهِ كَيْفَ يُقْسَمُ اَوْ كَيْفَ تُؤَدَّى دُيُوْنُهُ، فَاِذَا تَمَّ لَهُ شَهْرٌ رُدَّتْ اِلَى حُفْرَتِهِ فَتَدُوْرُ بَعْدَ ذٰلِكَ حَتَّى يَتِمَّ عَلَيْهِ حَوْلٌ فَتَنْظُرُ مَنْ يَدْعُوْ لَهُ وَمَنْ يَحْزَنُ عَلَيْهِ، فَاِذَا تَمَّ الْحَوْلُ رُفِعَ رُوْحُهُ اِلَى حَيْثُ يَجْتَمِعُ الْاَرْوَاحُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Ketika seorang mukmin meninggal dunia, maka ruhnya akan berputar-putar di sekitar rumahnya selama sebulan. Ia melihat harta yang sudah ia tinggalkan, bagaimana harta itu dibagi atau bagaimana dilunasi hutang-hutangnya. Ketika telah sempurna sebulan, maka ruhnya dikembalikan pada liang lahatnya, ia pun berputar-putar sesudah itu sampai sempurna setahun, ia melihat siapa saja yang mendoakannya dan bersedih kepadanya.Ketika telah sempurna setahun, maka diangkatlah ruhnya ke tempat di mana para ruh berkumpul sampai hari kiamat”.

Dari riwayat tersebut, kita bisa mengetahui bahwa ruh orang yang telah meninggal dunia masih berkecimpung di sekitar rumahnya dalam waktu tertentu. Tentu saja tujuannya adalah sama, yaitu berharap keluarganya akan menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an, shodaqoh, dan doa.

Riwayat Kedua :

Riwayat selanjutnya terkait tema ini adalah beberapa penafsiran dalam salah satu ayat Allah SWT :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” (Al-Qadr : 4).

Kalimat “ruh” pada Surat Al-Qadr ayat 4 di atas, memiliki banyak penafsiran dari beberapa ulama, sebagaimana berikut ini :

Dalam salah satu riwayat dijelaskan bahwa para malaikat bersama ruh dan raihan (bau wangi surga).
Ada yang berpendapat bahwa ruh itu adalah malaikat yang agung yang turun untuk melayani orang-orang mukmin, sebagaimana Firman Allah SWT :
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf” (An-Naba’ : 38).

Ada yang berpendapat bahwa makna ruh itu adalah ruh Nabi Adam as.
Ada yang berpendapat bahwa ruh itu adalah Malaikat Jibril as,
Ada yang berpendapat bahwa ruh itu adalah ruh Rosulullah SAW yang berada di bawah Arsy untuk memohon izin kepada Allah SWT agar Dia menurunkan Lailatul Qadar kepada semua umatnya. Pada waktu itu Rosulullah SAW memohon izin bersama para malaikat.
Dan ada pula yang berpendapat bahwa ruh itu adalah ruh orang-orang yang telah meninggal dunia, mereka memohon izin kepada Allah SWT, “Wahai Tuhan kami, izinkanlah kami untuk turun ke rumah kami sehingga kami bisa melihat anak-anak dan keluarga kami”. Lalu, Allah SWT mengizinkan mereka pulang ke rumahnya di malam Lailatul Qadar.
Tentu hanya Allah SWT yang mengetahui kebenaran tentang makna ruh tersebut. Namun setidaknya, dari riwayat paling akhir di atas, menunjukkan bahwa sebagian ulama’ berpendapat bahwa ruh-ruh orang yang sudah meninggal dunia akan pulang ke rumahnya untuk menjenguk keluarga mereka yang masih hidup di malam Lailatul Qadar, sembari mengharapkan doa, sodaqoh, dan bacaan Al-Qur’an dari keluarga mereka.

Riwayat Ketiga :

Untuk menguatkan riwayat kedua di atas, riwayat ini dari Sahabat Ibnu Abbas ra :

اِذَا كَانَ يَوْمُ الْعِيْدِ وَيَوْمُ عَاشُرَاءَ وَيَوْمُ الْجُمُعَةِ الْاُوْلٰى مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةُ الْقَدْرِ وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ تَخْرُجُ اَرْوَاحُ الْاَمْوَاتِ مِنْ قُبُوْرِهِمْ وَيَقِفُوْنَ عَلَى اَبْوَابِ بُيُوْتِهِمْ وَيَقُوْلُوْنَ : تَرَحَّمُوْا عَلَيْنَا فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُبَارَكَةِ بِصَدَقَةٍ اَوْ لُقْمَةٍ فَاِنَّا مُحْتَاجُوْنَ اِلَيْهَا فَاِنْ بَخِلْتُمْ بِهَا وَلَمْ تُعْطُوْهَا فَاذْكُرُوْنَ بِفَاتِحِةِ الْكِتَابِ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُبَارَكَةِ هَلْ مِنْ اَحَدٍ يَتَرَحَّمُ عَلَيْنَا ؟ هَلْ مِنْ اَحَدٍ يَذْكُرُ غُرْبَتَنَا ؟ يَا مَنْ سَكَنَ دَارَنَا ؟ وَيَا مَنْ نَكَحَ نِسَاءَنَا ؟ وَيَا مَنْ اَقَامَ فِيْ وَاسِعِ قُصُوْرِنَا وَنَحْنُ فِيْ ضَيْقِ قُبُوْرِنَا ؟ وَيَا مَنْ قَسَمَ اَمْوَالَنَا ؟ وَيَا مَنِ اسْتَذَلَّ اَيْتَامَنَا ؟ هَلْ مِنْكُمْ اَحَدٌ يَذْكُرُ غُرْبَتَنَا ؟ وَصُحُوْفُنَا مَطْوِيَّةٌ وَكِتَابُكُمْ مَنْشُوْرٌ وَلَيْسَ لِلْمَيِّتِ فِى اللَّحْدِ ثَوَابٌ فَلَا يَنْسَوْنَ بِكَسْرَةٍ مِنْ خُبْزِكُمْ وَدُعَائِكُمْ فَاِنَّا مُحْتَاجُوْنَا اِلَيْكُمْ اَبَدًا، فَاِنْ وَجَدَ الْمَيِّتُ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالدُّعَاءِ مِنْهُمْ رَجَعَ فَرْحًا مَسْرُوْرًا، وَاِنْ لَمْ يَجِدْ رَجَعَ مَحْزُوْنًا وَمَحْرُوْمًا وَآيْسًا مِنْهُمْ

“Ketika tiba hari raya, hari Asyura’ (tanggal 10 Muharram), hari Jum’at pertama dari Bulan Rajab, malam Nisfu Sa’ban, Lailatul Qadar, dan malam Jum’at, para ruh orang-orang yang meninggal dunia keluar dari kubur mereka dan berdiri di depan pintu rumah mereka. Mereka berkata, “Kasihanilah kami di dalam malam yang berkah ini dengan shodaqoh atau sesuap makanan, karena sesungguhnya kami sangat membutuhkannya. Jika kalian merasa keberatan dan tidak mau memberikannya, maka ingatlah kami dengan membaca Surat Fatihah Al-Qur’an di dalam malam yang berkah ini. Adakah seseorang yang mengasihi kami ? adakah seseorang yang mengingat kepergian jauh kami ? wahai orang yang tinggal di rumah kami ? wahai orang yang menikahi istri kami ? wahai orang yang tinggal di gedung rumah kami yang luas, sedangkan kami ada di dalam kubur kami yang sempit ? wahai orang yang membagi harta-harta kami ? wahai orang yang menghina anak-anak yatim kami ? adakah seseorang yang mengingat kepergian jauh kami ? buku catatan amal kami telah dilipat sedangkan buku catatan amal kalian masih terbeber dan mayit tidak lagi mendapatkan pahala di dalam liang lahat, maka jangan lupakan kami dengan shodaqoh sepotong roti dan doa kalian, karena sesungguhnya kami membutuhkan kalian selamanya”. Jika mayit mendapati shodaqoh dan doa, maka dia kembali dalam keadaan gembira lagi bahagia. Jika dia tidak mendapatinya, maka dia kembali dalam keadaan sedih, terhalangi, dan merasa putus asa terhadap mereka”.

Catatan Kesimpulan :

Dari ketiga dasar dan dalil di atas, menunjukkan bahwa apa yang telah diajarkan orang-orang tua, guru-guru, dan para kyai bukanlah dongeng atau mitos belaka, tetapi memang berdasarkan dasar dan dalil yang terpercaya.

Sekiranya, jika ada ketidaksependapatan maka itu hanyalah perbedaan faham, tak seharusnya menjadikan jurang pertikaian. Silahkan melakukan apapun sesuai faham masing-masing, karena kami melakukan tahlilan, slametan, dan lainnya juga memiliki dasar dan dalil yang terpercaya. Kami hanya berpegang pada pendapat yang nanti akan memberikan manfaat untuk kami saat kami berada di alam kubur.

Namun, jika ada pendapat yang sampai menyalahkan atau bahkan memfonis sesat atas rutinistas tahlilan, slametan, syukuran, dan lainnya, maka pertanyaannya adalah apa yang membuat si penyandang pendapat yang menyalahkan itu merasa lebih alim dan lebih makrifat dibanding para sahabat ? padahal dasar dan dalil itu pun berasal dari maqolah para sahabat ? padahal para sahabat adalah mereka yang hidup berdampingan bersama Rosulullah SAW, sedangkan kita hanya umat di akhir zaman ?.

Sumber ketiga riwayat : Kitab Daqoiqul Akhbar, Bab 19.

Penulis : Syekh Abdur Rochim bin Ahmad Al-Qodli

Perlukah Sedekah Al Fatihah Kepada Orang yg Sudah Meninggal..??

Hits: 13

*Perlukah Sedekah Al Fatihah Kepada Orang yg Sudah Meninggal..??*

Sering menjadi bahan Perdebatan, perlunya *Sedekah Al-Fatihah* kpd Ibu,Bapak, atau Handai Tolan yg sdh Meninggal Dunia..

*Ustadz Don Daniyal (Malaysia)* tampil memberikan Penjelasan yg Intinya *LEBIH BESAR & MENGEJUTKAN* !!!
Hanya dg share saja pun anda sdh Mendapat Pahala.

*Ust Don* Beri Penjelaskan yg sangat MENGEJUTKAN.. !!! *SEDEKAHKANLAH AL FATIHAH UNTUK IBU-BAPAMU SETIAP SELEPAS SOLAT SUBUH*

Ini merupakan Nasihat *Ustaz Don* kepada anak2 yg masih Hidup di Dunia ini supaya diluaskan Pintu Rezeki mereka. _Rasulullah SAW pernah bersabda_:
*“Setiap pagi Sedekahkan Al-Fatihah kpd Ibu-Bapamu (sekiranya masih Hidup ataupun telah Tiada)”, .Niscaya pintu-pintu Rizki akan Terbuka b Bagimu.*

*“Tidak akan terputus Rizki seseorang ANAK, selagi dia tdk meninggalkan DOA bagi Kedua Orang Tuanya dlm Kesehariannya”*

*Allah akan Memurahkan Rizki kpd mereka yg tdk putus2nya Berdoa bagi kedua Ibu-Bapanya (Hidup atau Mati). Ingatlah bhw _Keridhaan Ibu & Bapa adalah keridhaan Allah SWT._*

*Berdoalah dg Bersungguh2*.…
Tadahkanlah kedua Tanganmu & Lintaskan Wajah Orang Tua kita, termasuk Guru2 kita & mereka2 yg telah banyak Menolong kita. *(Berdoanya perlu benar2 / Bersungguh2)*

*Mereka yg lupa Berdoa bagi Kedua Orang Tuanya, akan Disempitkan Rizkinya oleh Allah SWT.*

Bagi yg Berniaga, tak perlu ada Ilmu Pelaris…!! *Cuma Jangan lupa Doakan Ibu- Bapa setiap Hari*.

*Rezeki* bukan saja berupa Uang, tetapi segala *Nikmat yg kita dapatkan dari Allah* (makanan, Kesehatan, Masih-Sayang, Ilmu, dsbnya). In Syaa Allah dg Berusaha & Bertawakal…..akan Dikhobul oleh Allah.

*Rezeki itu bukan kerena ada Skill, Ir, S Pd, S Ag, MA, DR, IJAZAH dsbnya*.
Tetapi dengan *Hati yang Tulus-Ikhlas Berdoa untuk Ibu & Bapak kita*.
Mari kita coba… *Allahuakbar..Allah Maha Kuasa* dalam Mengabulkan Segala yg kita Damba.

*Doa untuk kedua orang tua yg masih hidup*

*“YA ALLAH*…
*YA TUHANKU*, Ampunkanlah segala
Khilaf & Dosa Kedua Orang Tuaku, Ibuku….(sebutkan Nama & Bintinya…), Bapakku…(sebutkan Nama dan Binnya…), Berkatilah mereka Ya Allah…, Jagakanlah Kesehatan mereka, Murahkanlah Rizki mereka, Berkahilah Sepanjang Usia mereka, Jauhkanlah dari segala Mara-Bahaya, dan Lindungilah Mereka, Ya Allah…Ya Illahi Rabbi. *Aamiin Ya Rabbal Alamiin*..

*Doa untuk kedua orang tua yg sdh meninggal*

*“YA ALLAH YA TUHANKU*,
Ampunilah segala Khilaf & Dosa Kedua Orang Tuaku, Ibuku…(sebutkan Nama & Bintinya), Bapa ku…(sebutkan Nama & Binnya). Tempatkanlah mereka di tempat Orang2 yg Beriman Kepada-Mu *Ya Allah*…
Tempatkanlah mereka di tempat yg Terbaik disisi-Mu *Ya Illahi Rabbi*. *Ya Allah* Kabulkanlah Permohonan Kami ini..Aamiin..Aamiin*..Aamiin… *Ya *Rabbal Alamiin*…

*Subhanallah*… Ringankanlah tangan anda untuk Share Doa ini.

*Semoga menjadi Pahala mengingatkan sesama Saudara Muslim yang lain*.

✅KIRIMKANLAH
SEMAMPU &
SEIKHLASMU KEPADA
SESAMA MUSLIM.

Juara Nasional Pencak Silat IPSI

Hits: 21

JUARA NASIONAL (1991),

JUARA JAWA TIMUR 2X (1990),

JUARA KABUPATEN JEMBER 3X (1989, 1990, 1993))

PESILAT TERBAIK di level JAWA TIMUR 2x dan Level Kabupaten 5x (1989, 1990, 1993).

Adapun kriteria PESILAT TERBAIK dipilih dari yang terbaik dari para juara 1 di semua kelas yang ada

Juara Nasional Pencak Silat
Pada saat kelas5 SD saya sudah berkenalan dan berinteraksi langsung dengan para juara2 Pencak Silat kelas dunia. Sampai saat inipun, Jember terkenal sebagai gudang juara2 pencak silat kelas dunia, dan saat itu senior2 saya adalah juara2 pencak silat : Juara Dunia 2-3x, juara Sea Games, Juara Asian Games, PON, kejuaraan antar perguruan IPSI, dsb. Kondisi itu memotivasi saya untuk memiliki prestasi yang sama, sehingga pada suatu hari saya menguatkan hati : SAYA INGIN JUARA NASIONAL! Lalu saya berkata : “Saya ingin suatu saat anak2 saya tahu bahwa bapaknya adalah seorang Juara Nasional!”

Ya, SAYA INGIN JUARA NASIONAL, dan saya yakin ada caranya..karena yang bisa juara bukan hanya orang2 itu saja melainkan banyak orang! Saat itu saya tidak ingin JUARA DUNIA, karena saya menyadari bahwa dengan postur tubuh saya yang tidak ideal sebagai atlet (tulang saya besar sehingga berat badan saya berat yang alkhirnya menyebabkan saya naik kelas dan melawan atlit2 dari perguruan lain yang lebih tinggi daripada saya). Kemudian terbersitlah pertanyaan yang melintas dalam diri saya : BISA GAK YA? Nah disinilah menurut saya emosional kita sangat memainkan peranan sangat penting (yang saat ini orang biasa menyebutnya sebagai “KECERDASAN EMOSI”), bahwa kita harus bisa memotivasi diri dan mendevelop diri kita sebaik mungkin. Disinilah juga IQ kita memainkan peranan penting untuk selalu menambah teknik beladiri sebanyak mungkin dan selalu mau belajar, belajar menganalisa SWOT diri sendiri, lawan dan medan perang. Dan yang terakhir, SQ kita lah yang ternyata sangat berperan besar membawa saja untuk juara NASIONAL.

Banyak filosofi dalam hidup yang saya terapkan, namun yang paling banyek mempengaruhi tindakan dan pikiran saya sampai detik ini adalah salah satu filosofi yang saya sebut dengan “SEGITIGA KECERDASAN” : SQ, EQ dan IQ. Klasifikasi Ketiga kecerdasan ini ternyata ramai dibicarakan beberapa tahun belakangan, namun secara tidak sadar ternyata sejak kecil saya sudah mengaplikasikannya..

SQ : Bisa Gak saya juara nasional ya? Pertanyaan itu terus muncul dalam benak saya. Namun saya bersyukur saya berada di lingkungan keluarga yang cukup taat beribadahat (kalau Bapak Ibu dijamin sangat taat beribadah, tapi anak2nya yang nakal mungkin kurang waktu itu.. sehingga kalau di average = “cukup taat” beribadah..hehe. Ada beberapa ayat atau hadis yang selalu saya jadikan pegangan sampai sekarang: 1) “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, jika bangsa tersebut tidak berusaha mengubahnya”…. Ayat ini benar2 membuat saya yakin bahwa saya bisa mengubah nasib saya jika saya berusaha mengubahnya. Lalu, ada pertanyaan yg terbersit dalam benak saya, usaha yang bagaimanakah? Ternyata ada suatu hadis yang berbunyi : 2). “Barangsiapa bersungguh-sungguh, PASTI BERHASIL”.

PASTI BERHASIL!….kata2 ini benar2 mengarahkan keyakinan saya bahwa saya pasti bisa menjadi Juara Nasional, asalkan BERSUNGUH-SUNGGUH. Kemudian terbersit lagi pertanyaan dalam hati : Apanya yang sungguh2? Kemudian teringatlah ayat yang berbunyi : 3) ” Tuhan akan mengangkat derajat orang yang BERILMU dan BERIMAN”. Maka komplitlah keyakinan saya bahwa saya bakan bisa menjadi JUARA NASIONAL!

Pada saat kelas 6 SD saya mulai berlatih secara teratur dan disiplin agar cita2 Sebagai Juara Nasional tercapai.. Saya punya prinsip : Kalau ingin juara nasional, maka saya harus berpikir dan bertindak seperti juara nasional. Saya berusaha dan beribadah sebaik2nya dan keduanya harus seimbang. Saya teringat definisi 3 dimensi yang terbentuk dari sumbu x, y, dan z. Sumbu x dan y adalah ruang dan z adalah waktu. Dalam pelajaran fisika waktu SMA, dikatakan bahwa kalau peluru ditembakkan 45 derajat maka akan memiliki jarak terjauh lontarannya. Nah sama halnya dengan segitiga kecerdasan, saya menganalogikan bidang ruang adalah terbentuk dari sumbu IQ dan EQ (ini yang disebut usaha), dan jika keduanya seimbang maka akan bagus hasilnya bagi seseorang. Dan sumbu z adalah SQ yang berhubungan dengan Tuhan (Do’a) sehingga kalau digabungkan menjadi “keseimbangan antara usaha dan do’a)

Tidak ada rasa malas yang masuk dalam diri saya, karena saya tahu bahwa saya harus melakukan segalanya dengan sungguh2… USAHA DAN DO’A harus maksimal!…hingga tibalah kejuaraan pencak silat, yang pertama kalinnya saya ikut serta.

Pertandingan pencak silat yang pertama kali, ternyata membuat saya belajar sesuatu. Saya kalah pada babak ke-2 (dari 6 Babak). Saat itu saya mengevaluasi kenapa saya kalah… ternyata MENTAL saya masih bukanlah mental juara, karena saya takut pada saat berhadapan dengan lawan saya tsb. Disinilah peran serta EQ nampak sekali, bahwa kita tidak boleh takut untuk melakukan sesuatu. Selama kita sudah melakukan USAHA dan DO’A secara maksimal, maka berikutnya kita harus menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Disinilah juga pentingnya motivasi diri agar kita selalu terus bangkit dari kegagalan. Ibarat ada bunga di dua pot yang berbeda, satunya saya siram secara teratur sedangkan satunya tidak… maka tentunya yang bagus adalah bunga yang disiram secara teratur. Artinya adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan benar dan sungguh2 maka akan membawa hasil, cepat atau lambat.

Pertandingan berikutnya dilaksanakan pada saat saya mulai masuk di kelas 1 SMP. Namun saat itu Kondisi mental, fisik, teknik dan spiritual saya jauh lebih baik. Sehingga pada rentang waktu kelas 1 SMP sampai menjelang masuk SMA, Alhamdulillah saya sudah bisa JUARA NASIONAL (1991), JUARA JAWA TIMUR 2X (1990), JUARA KABUPATEN 3X (1989, 1990, 1993)) DAN ternyata saya terpilih sebagai PESILAT TERBAIK di level JAWA TIMUR 2x dan Level Kabupaten 5x (1989, 1990, 1993). Adapun kriteria PESILAT TERBAIK dipilih dari yang terbaik dari para juara 1 di semua kelas yang ada.. Alhamdulilah. Prestasi terus saya gapai sampai saya menjelang EBTANAS Kelas 3 SMA, dimana pertandingan terakhir saya (PRA PON) satu minggu sebelum EBTANAS dan beberapa bulan sebelum UMPTN masuk perguruan tinggi. Saat itu saya sudah tidak fokus karena menjadi atlet bukanlah pilihan hidup saya, namun melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang lebih tinggi …itulah tujuan saya!