Siapakah Teman yg Baik itu?

Hits: 8

Bismillah…

*Carilah teman yg baik*

Allah berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

*”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”*
(QS. Al-Kahfi: 28)

Nabi صلى الله عليه وسلم memerintahkan kaum muslimin untuk memilih teman yang baik. Beliau memberikan perumpamaan yang indah tentang manfaat mengambil teman yang baik.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

*“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.”* (HR. Bukhari)

Adapun faedah memilih teman yang baik di antaranya sebagai berikut:

1. التعاون على الطاعة وعبادة الله تعالى

1. Saling tolong menolong dalam ketaatan dan beribadah kepada Allah.

2. النجاة من فزعه يوم القيامة.

2. Mendapatkan keselamatan dari keguncangan di hari kiamat. Sebagaimana yang di isyaratkan dalam firman Allah,

(الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ * يَا عِبَادِ لا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ) [الزخرف:67-68]

*”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.”*
(QS. Az-Zukhruf: 67-68)

3. المعاونة على مصائب

3. Saling tolong menolong ketika tertimpa musibah.
.
4. الحصول على بركة المجالس التي يتجالسونها

4. Mendapatkan keberkahan bermajelis (duduk-duduk) dengan mereka.

5. الحصول على الدعاء.

5. Mendapatkan kebaikan doa mereka.

6. الشعور بالراحة والطمأنينة:

6. Merasakan ketenangan dan ketentraman hati bersama mereka.

7. انتشار الخير في المجتمع الإسلامي.

7. Menjadi tersebar luasnya kebaikan dalam masyarakat Islam.
Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat..
Salam silaturrahmi…

Inilah Ciri-Ciri Orang Meninggal Husnul Khatimah

Hits: 16

Inilah Ciri-Ciri Orang Meninggal Husnul Khatimah

Setiap Muslim pasti mengidam-idamkan agar dapat meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Dalam islam, husnul khotimah berarti kondisi dimana manusia meninggal dalam keadaan terbaik dan memperoleh kemulian di sisi Allah SWT.

Umumnya mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Proses kehidupan di alam kubur merupakan rahasia Allah SWT. Tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara tersebut, namun kita dapat melihat dari cara manusia itu meninggal, orang-orang baik akan meninggal dalam keadaan baik (husnul khotimah) dan dijauhkan dari azab kubur.

Sedangkan orang-orang buruk meninggal secara buruk (su’ul khotimah) dan didekatkan dengan azab kubur.

Berikut ini adalah beberapa tanda bahwa seseorang itu meninggal dalam keadaan husnul khotimah berdasarkan dalil-dalil hadis dan Alquran.

1. Orang yang meninggal dengan mengucapkan kalimat syahadat “La ilaaha illallah”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallah’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)

2. Orang yang meninggal pada malam Jum’at atau hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

3. Orang yang meninggal dengan keringat di dahinya

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

4. Orang yang meninggal dalam keadaan sakit perut (gangguan lambung, ginjal, usus dan sebagainya yang ada di sekitar perut)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)

5. Wanita yang meninggal saat melahirkan bayinya

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

“Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah Tha’un terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)

6. Orang yang meninggal di medan perang dengan niat membela agama Islam (jihad Fisabilillah)

Allah Ta’ala berfirman;

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki.” (QS. Ali Imran)

Dari Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari azab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. Turmudzi, Ibnu Majah)

7. Orang yang meninggal tertimpa reruntuhan bangunan atau jatuh dari tebing

Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un (sejenis penyakit kulit), sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

8. Orang yang meninggal saat melakukan ibadah

Orang yang meninggal setelah menjalankan suatu ibadah, Seseorang yang meninggal saat melakukan suatu ibadah, seperti bersedekah, puasa, solat, haji dan ibadah lain tergolong dalam meninggal husnul khatimah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

“Barangsiapa yang mengucapkan: Laa ilaaha illallah mengharapkan wajah Allah lalu wafat setelah mengucapkannya maka dia masuk surga, barangsiapa berpuasa satu hari mengharapkan wajah Allah lalu wafat ketika mengerjakannya maka dia masuk surga, barangsiapa yang bersedekah dengan satu sedekah mengharapkan wajah Allah lalu wafat ketika mengerjakannya maka dia masuk surga.”

9. Orang yang meninggal karena mempertahankan hartanya

Harta disini dapat diartikan sebagai benda seperti uang, emas, rumah, dan sejenisnya atau juga bisa kehormatan diri.

Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan. Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya;

“Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan engkau berikan hartamu!” Bagaimana kalau ia melawanku?” Beliau bersabda; “Lawanlah dia!”, “Bagaimana kalau dia membunuhku?” Beliau bersabda; “Engkau syahid”, “Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?” Beliau bersabda; “Dia di neraka!.” (HR. Muslim)

Dzikir Pembuka Rezeki

Hits: 5

Allah SWT berfirman:

وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلٰثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ وَا زْدَا دُوْا تِسْعًا
“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 25)

*Dzkikir utk membuka rezeki halal barokah, dari segala arah dan yg tidak terduga2

Insya Allah, smg mjd info yg bermanfaat🙏

Ini 10 Teman Sejati Iblis dari Golongan Manusia

Hits: 11

Ini 10 Teman Sejati Iblis dari Golongan Manusia

Makhluk Allah yang sangat terlaknat di dunia ini adalah Iblis. Awalnya iblis sangat taat dan gemar beribadah. Namun karena kesombongannya, iblis kemudian dilaknat oleh Allah.

Selama hidupnya hingga hari kiamat nanti, iblis akan selalu mengganggu manusia dan mengajak kepada keburukan. Iblis adalah musuh yang sangat nyata dan besar bagi umat manusia sejak nabi Adam hingga umat Nabi Muhammad di akhir zaman.

Iblis tentu saja memiliki banyak musuh dari kalangan Rasul dan hamba Allah yang shaleh. Orang yang paling dibenci iblis adalah Nabi Muhammad SAW dan orang – orang yang mengikuti agama Allah.

Namun iblis juga memiliki teman sejati dari kalangan manusia. Berikut daftar 10 teman sejati dari iblis.

1. Sultan/Raja/Imam/Presiden yang Fasiq

Pemimpin yang fasiq adalah salah satu teman sejati dari iblis. Oleh karenanya, penting bagi setiap pemimpin menghindari sifat – sifat fasiq.

2. Orang kaya yang sombong

Teman sejati iblis selanjutnya adalah orang kaya yang sombong. Maka, orang – orang yang telah Allah amanahkan dengan harta benda tidak boleh menyombongkan diri dengan hartanya apalagi menghina orang fakir.

3. Para Penjual yang berdusta dalam berdagang.

Orang yang berdusta dalam berdagang seperti mengurangi timbangan atau tidak mengatakan yang sebenarnya mengenai barang yang dia jual juga merupakan teman sejati dari iblis.

4. Para peminum khamar/minuman keras

Hal ini juga berlaku bagi pengguna narkoba dan barang memabukkan lainnya. Mereka adalah teman sejatinya iblis.

5. Para pengadu domba.

Para pemecah belah umat dengan menyebarkan isu – isu bohong juga teman sejatinya iblis. Jangan pernah menyebar berita yang belum jelas valid atau tidaknya, apalagi jika sudah jelas berita bohong atau fitnah.

6. Para pezina

Dosa zina merupakan salah satu dosa yang sangat besar. Para pelaku zina sendiri merupakan teman sejati iblis.

7. Para pemakan harta anak yatim

Di masyarakat banyak sekali yang memakan harta anak yatim dengan berbagai modus. Hal ini tidak dibenarkan dalam Islam. Pelakunya sendiri merupakan teman sejati dari iblis.

8. Orang yang meringankan – ringankan salat

Orang-orang yang meringan – ringankan shalat juga termasuk dalam teman sejatinya iblis. Maka sebagai muslim sudah sepatutnya untuk menjaga shalat dan serius dalam mendirikan shalat.

9. Orang yang tidak mau membayar zakat.

Membayar zakat merupakan rukun Islam yang ketiga. Orang yang tidak mau membayar zakat merupakan teman sejatinya iblis. Nauzubillah.

10. Orang yang panjang angan – angannya.

Teman sejati iblis dari kalangan manusia yang terakhir adalah orang yang panjang angan-angan. Angan – angannya sangat panjang dan tidak disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada

Saat Nabi Isa Ajari Murid-muridnya Jalan di Air

Hits: 11

Saat Nabi Isa Ajari Murid-muridnya Jalan di Air

(Keyakinan dikabulkan dan pasrah saat berdoa itu : Sangat Penting)

DALAM kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal mencatat riwayat murid-murid Nabi Isa yang hendak meniru gurunya berjalan di atas air. Berikut riwayatnya:

Abdullah bercerita, ayahku bercerita, Bahj bercerita, Abu Hilal bercerita, Bakr bin Abdullah bercerita kepada kita, ia berkata:

(Suatu ketika) para hawari (teman atau murid Nabi Isa) tidak menemukan nabinya. Mereka keluar untuk mencarinya. Mereka menemukannya tengah berjalan di atas air. Sebagian dari mereka berkata:

“Ya Nabi Allah, apakah kami (harus) berjalan (di atas air) ke arahmu?”

Nabi Isa menjawab: “Iya.”

Kemudian sebagian hawari itu meletakkan (satu) kakinya (di air) lalu meletakkan kaki lainnya, maka tenggelam lah kaki (mereka).

Nabi Isa berkata (lantang): “Kemarikan tanganmu, wahai orang yang pendek iman! Andai saja anak Adam memiliki keyakinan sebesar biji atau atom, dia pasti (bisa) berjalan di atas air.” (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, h. 74)

Keyakinan memang sukar diukur dari luar. Tidak ada alat yang memungkinkan kita dapat mengukur keyakinan orang lain dengan tepat. Kita hanya bisa memprediksi atau menilainya, tapi tidak mungkin bisa memastikannya. Orang yang paling mengetahui keyakinan adalah orang itu sendiri. Bukan ayah, ibu dan teman-temannya, tapi orang itu sendiri.

Dalam kisah di atas, Nabi Isa alahissalam mengkritik murid-muridnya karena kaki mereka masih tenggelam di dalam air ketika hendak mendatanginya. Ia menyebut mereka, “y qashrul mn” (wahai orang yang pendek imannya). Penyebutan Nabi Isa ini bukan tanpa alasan. Ada pelajaran besar dari penyebutan tersebut.

Jika diuraikan kira-kira seperti ini. Nabi Isa meyakini betul bahwa kebaikan Allah tidak bisa diukur dengan bahasa pujian tertinggi sekalipun. Misal diucapkan “Yang Maha-Maha-Maha-Maha-Maha” hingga berjuta-juta triliun masih jauh dari kata mendekati. Kebaikan-Nya tidak bisa diistilahkan; kasih sayang-Nya tidak bisa dibahasakan. Allah melebihi segala ukuran yang ada di pikiran dan bahasa manusia.

Dengan kebaikan dan kasih sayang yang teramat besar tersebut, Allah akan mengabulkan setiap keinginan hamba-Nya selama mereka yakin dan pasrah sepenuhnya. Kita tidak sedang bicara “yakin” yang tampak dari luar, atau “yakin” yang sekedar basa-basi karena kita mengaku orang beriman, tapi “yakin” yang murni, yang di dalamnya tidak ada keraguan sedikit pun.

Contoh paling sederhana adalah kisah di atas. Ketika murid atau sahabat Nabi Isa mencoba berjalan di atas air, kaki mereka tenggelam. Mereka tidak bisa menapaki air seperti menapaki bumi. Melihat itu, Nabi Isa tahu di hati mereka masih ada keraguan. Mereka tidak yakin bahwa mereka bisa berjalan di atas air. Padahal dengan izin Allah, tidak ada yang tidak mungkin.

Yang perlu mereka lakukan hanyalah meminta dengan penuh keyakinan. Tak masalah jika keyakinannya hanya sebesar biji atau atom yang sangat kecil. Selama keyakinan itu murni ketika mereka memintanya, dengan izin Allah tidak ada yang mustahil. Rasulullah pernah bersabda (HR. Imam al-Tirmidzi):

“Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali perbuatan baik.” (Imam Ibnu Mulaqqin al-Anshari al-Syafii, al-Badr al-Munr f Takhrj al-Ahdts wa al-tsr al-Wqiah f al-Syarh al-Kabr, Riyadh: Dar al-Hijrah, 2004, juz 9, h. 174)

Ini menunjukkan bahwa dengan doa (permintaan/permohonan) seseorang dapat merubah takdirnya. Allah memberikan peluang besar pada manusia untuk meminta segala sesuatu. Selama di hatinya bersemayam keyakinan murni, doanya akan dikabulkan.

Jika kita bicara jujur, kita pasti mengenali ketidak-yakinan kita ketika berdoa. Misalnya ketika kita minta diberikan mobil saat ini juga, atau meminta kemampuan terbang, meskipun lidah dan hati kita mengucapkannya, lubuk hati kita yang terdalam tidak yakin doa itu akan terkabul. Tanpa sadar hati kita berujar, “Apa iya, ya? Tidak mungkin ah,” dan ujaran lainnya. Artinya kita sedang meminta sesuatu yang kita sendiri tak yakin dengan permintaan itu, sedangkan Allah Mahatahu apa yang di langit dan apa yang di bumi; apa yang di lidah dan apa yang di hati. Gerak-gerik terkecil di hati kita pun, Allah mengetahuinya.

Oleh karena itu, selama hati kita diselimuti keraguan, kita tak akan pernah mampu mencapai apa yang kita minta sendiri. Sebab itu Nabi Isa mengatakan: “Andai saja anak Adam memiliki keyakinan sebesar biji atau atom, dia pasti (bisa) berjalan di atas air.”

Ya, Nabi Isa memang berkata seperti itu. Mungkin ada sebagian orang yang tidak mempercayainya, silahkan. Yang jelas, jika menghidupkan orang mati saja bisa dilakukan (dengan izin Allah), apalagi sekedar membuat murid-muridnya berjalan di atas air. Lagi pula, keyakinan Nabi Isa kepada Allah tidak lagi menyisakan sedikit pun keraguan di hatinya.

Pertanyaannya, pernahkah sekali saja kita yakin bahwa Allah pasti mengabulkan doa kita?

Wallahu alam bish shawwab