Dear Orang Tua, Lakukan Hal Ini Agar Anakmu Tajir Seperti Bill Gates

Hits: 29

Bagi para orang tua yang menginginkan anaknya sesukses Bill Gates, pendiri Microsoft, ada cara jitunya lho! Kalian semua bisa melakukan cara terbaik mendidik anak sepertinya.

Mencontoh orang tua Bill Gates yang memiliki cara tersendiri bagaimana mereka mendidik anaknya hingga berhasil menjadi seorang miliarder yang sukses, berikut empat hal yang harus diterapkan:

1. Tidak Membatasi Kebebasan

Sedari dulu, Gates tidak pernah dibatasi kebebasannya oleh kedua orang tuanya. Mereka begitu memberikan kebebasan baginya untuk menentukan sesuatu yang ia inginkan.

Saat berusia 13 tahun, Gates lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Bahkan, pada malam hari ia mendapatkan izin untuk belajar teknologi tanpa batas di Washington University.

2. Menanamkan Sifat Tak Putus Asa

Kemampuan Bill Gates begitu mumpuni di berbagai hal, namun tetap ada beberapa hal yang tidak ia begitu sukai, seperti berenang, bermain bola. Namun kedua orang tuanya, tetap mendorong Gates untuk mencoba kegiatan itu terus menerus.

Hal ini mereka lakukan untuk mengembangkan pola pikir Bill Gates dan mengajarkannya untuk tidak takut akan kegagalan.

3. Jangan Paksakan Kehendak

Selain diberi kebebasan, Gates juga tak pernah dipaksakan kehendaknya untuk menentukan hal yang ingin dia raih. Kedua orang tuanya terus memberikan dukungan penuh dan mengingatkan Gates untuk tidak berambisi akan hal yang ingin dicapainya.

4. Selalu Mengajaknya untuk Diskusi Penting

Orang tua Gates selalu mengajak dan mengikut sertakannya di setiap diskusi penting. Bahkan, mereka juga tidak pernah menyisihkan pendapat Bill Gates meskipun saat itu ia masih begitu muda.

Inilah 5 Sikap yang Bisa Bikin Rejeki Kamu Seret

Hits: 22

Pernahkah kamu berpikir bahwa perilaku/sikap dapat mempengaruhi rezeki? Kenapa ada sebagian orang yang hanya duduk menggoyang-goyangkan kakinya di rumah, tetapi bisa hidup tenang dengan rezeki berlimpah?

Sementara satu orang lagi bekerja keras siang dan malam, tanpa jeda dan hari libur. Tetapi selalu hidup secara pas-pasan dan serba kesulitan. Apakah tuhan tidak adil? Nyatanya rezeki itu sudah diatur sejak kita dalam kandungan.

Namun ada beberapa sikap manusia yang membuat rezeki makin seret. Yuk lihat apa saja!

1. Menyakiti hati orangtua

Salah satu azab langsung yang diberikan Allah kepada mereka yang menyakiti hati orang tua adalah mempersempit rezeki mereka di dunia. Kesulitan demi kesulitan akan terus menimpa sampai mereka mau bersimpuh dan meminta maaf kepada orang tua. Menjaga perasaan orang tua akan membuka pintu rezeki dari segala arah. Hidup pun terasa jauh lebih lapang dan tenteram.

2. Tidak menghargai pemberian orang lain

Pemberian atau sedekah adalah rezeki yang tidak bisa ditolak. Sebagai orang yang menerima sedekah, ada adab yang harus kita jaga dan lakukan. Bersikap cuek dan meremehkan pemberian dapat menyakiti hati si pemberi.

Akibatnya, si pemberi akan malas dan enggan untuk membagikan rezekinya lagi. Duh, menerima sedekah saja sombong. Jangan sampai deh kita seperti itu.

3. Mudah iri melihat kesenangan orang lain

Salah satu penyakit hati yang membuat rezeki seret adalah iri hati. Lho kok iri, apa hubungannya? Pada saat iri tubuh kita akan menolak banyak informasi kebaikan yang datang. Kita bersikap lebih ambisius dalam mencari kejelekan orang lain.

Padahal, berdoa untuk mendapatkan rezeki yang sama justru lebih membuat hati tenang. Ketenangan hati saat melihat orang lain bahagia merupakan rezeki tak ternilai harganya.

4. Sering ribut dan bertengkar dengan pasangan

Jangan meremehkan pertengkaran dengan pasangan ‘sah’ sendiri. Pasangan adalah sumber rezeki utama. Menyakiti hati pasangan sama saja seperti memutus sumber rezeki yang selama ini kita cari. Keharmonisan dalam rumah tangga menjadi tanda bahwa rezeki yang kita cari diberkahi oleh Yang Maha Pemberi Rezeki.

5. Bersikap pamrih saat menolong orang lain

Menolong orang lain untuk menerima imbalan menjadi salah satu penyebab seret rezeki. Perbuatan yang kita lakukan hanya dinilai seharga besar dan kecilnya pengorbanan. Jangan hanya berpaku pada imbalan. Karena pertolongan yang kita berikan justru membuka pintu rezeki dari arah yang tidak kita duga-duga.

Buku Digital : Lafadz Allah

Hits: 19

Assalamualaikum Wr Wb

Bismilllah, dengan niatan ibadah maka mulai Ramadhan ini sy belajar membuat Buku..

Jangan Lupa…

Instal Aplikasi Ketik, untuk bisa membaca Buku Digital sy berjudul Lafadz Allah di kepala. Buku ini bercerita dari awal sampai sekarang tentang kejadian2 diluar nalar di diri sy, sampai munculnya Lafadz Allah dikepala sy tahun 2013.

Wassalam

Doa Malaikat utk manusia

Hits: 16

Tahukah kalau Malaikat selalu mendoakan manusia?

Seandainya manusia bisa mendoakan manusia lainnya menggunakan do’a dari para malaikat ini…

Allah SWT berfirman:

تَـكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِى الْاَرْضِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
takaadus-samaawaatu yatafaththorna min fauqihinna wal-malaaa`ikatu yusabbihuuna bihamdi robbihim wa yastaghfiruuna liman fil-ardh, alaaa innalloha huwal-ghofuurur-rohiim

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 5)

Dan berikut sejumlah do’a yg biasanya dimunajatkan oleh Para Malaikat tsb :

Do’nya para malaikat utk manusia

Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَا بُوْا وَا تَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَا بَ الْجَحِيْمِ
allaziina yahmiluunal-‘arsya wa man haulahuu yusabbihuuna bihamdi robbihim wa yu`minuuna bihii wa yastaghfiruuna lillaziina aamanuu, robbanaa wasi’ta kulla syai`ir rohmataw wa ‘ilman faghfir lillaziina taabuu wattaba’uu sabiilaka wa qihim ‘azaabal-jahiim

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka.”

(QS. Ghafir 40: Ayat 7)

Allah SWT berfirman:

رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ ٭ِلَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۙ
robbanaa wa adkhil-hum jannaati ‘adninillatii wa’attahum wa man sholaha min aabaaa`ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim, innaka antal-‘aziizul-hakiim

“Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam Surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,”

(QS. Ghafir 40: Ayat 8)

Allah SWT berfirman:

وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِ ۗ وَمَنْ تَقِ السَّيِّاٰتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ ۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
wa qihimus-sayyi`aat, wa man taqis-sayyi`aati yauma`izin fa qod rohimtah, wa zaalika huwal-fauzul-‘azhiim

“dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.”

(QS. Ghafir 40: Ayat 9)

Syekh Abdul Muhyi : Nasab dari ibu

Hits: 28

Goa Pamijahan Tempat Syeh Abdul Muhyi Mengembangkan Agama dan Mendidik Santrinya

Keberadaan Goa Pamijahan ( Goa Safarwadi ),tidak bisa dilepaskan dari Waliyulloh Syech Abdul Muhyi, penyebar agama Islam diwilayah Jawa Barat. Syech Abdul Muhyi menjadi tokoh ulama legendaris yang lahir di Mataram tahun 1650. Ia tumbuh dan menghabiskan masa mudanya di Gresik dan Ampel, Jawa Timur. Ia juga pernah menuntut ilmu di Pesantren Kuala Aceh selama delapan tahun dan kemudian memperdalam Islam di Baghdad pada usia 27 tahun dan menunaikan ibadah haji.Setelah berhaji, ia kembali ke Jawa untuk membantu missi Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Awalnya Abdul Muhyi menyebarkan Islam di Darma, Kuningan dan menetap di kota ini selama tujuh tahun. Kemudianmengembara ke Pameungpeuk, Garut Selatan, selama setahun.Melanjutkan pengembaraannya hingga ke daerah Batuwangi dan Lebaksiuh. Setelah empat tahun menetap di Lebaksiuh, ia bermukim di dalam goa yang sekarang dikenal dengan Goa Safarwadi untuk mendalami ilmu agama dan mendidik para santrinya.

Keberadaan Goa Pamijahan ini erat kaitannya dengan kisah perjalanan Syech Abdul Muhyi. Dikisahkan, ia mendapat perintah dari gurunya, yakni Syekh Abdul Rauf Singkel (dari Kuala Aceh) untuk mengembangkan agama Islam di Jawa Barat bagian selatan sekaligus mencari tempat yang disebutkan dalam ilham sebagai sebuah goa khusus . Setelah melalui perjalanan panjang dan berat, pada suatu hari ketika sedang asyik bertafakkur, memuji kebesaran Allah, Syech Abdul Muhyi tiba-tiba menoleh ke arah tanaman padinya yang telah menguning dan sudah masanya untuk dipanen. Namun setelah dipanen, hasilnya hanya sebanyak benih yang ditanam. Mengetahui hal ini, ia menjadi sangat terkejut sekaligus gembira, karena itu adalah pertanda bahwa perjuangannya mencari goa sudah dekat. Upaya pertama untuk memastikan adanya goa yang dicari berhasil, dilanjutkan dengan cara menanam padi kembali di lahan sekitar tempat tersebut. Sambil terus berdoa kepada Allah SWT , upaya ini akhirnya juga mendapatkan hasil. Padi yang ditanam, berbuah dan menguning, lalu dipetik hasilnya, ternyata hasilnya sama seperti pada panen pertama. Hal ini semakin menambah keyakinan Syech Abdul Muhyi bahwa di tempat itulah (di dalam gunung) terdapat goa yang dicarinya.

Suatu hari ketika sedang berjalan ke sebelah timur gunung tersebut, sambil bermunajat kepada Allah SWT, Syech Abdul Muhyi tiba-tiba mendengar suara air terjun dan kicauan burung kecil dari tempat tersebut. Ia kemudian melangkah turun ke tempat di mana suara itu berada dan di sana ia melihat sebuah lubang besar yang ternyata sesuai dengan sifat-sifat goa yang ciri-cirinya telah ditunjukkan oleh gurunya. Saat itulah tangan Syekh Abdul Muhyi menengadah ke atas sambil mengucap doa sebagai tanda syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan pertolongan pada dirinya dalam upaya menemukan goa yang dicarinya. Setelah perjuangan berat dalam mencarinya selama kurang lebih 12 tahun ,usia Syech Abdul Muhyi pada waktu itu genap 40 tahun. Goa itu , kini dikenal dengan nama Goa Pamijahan , terletak di kaki bukit Gunung Mujarod . Nama ini diambil dari kata bahasa Arab yang berarti “tempat penenangan” atau dalam bahasa Sunda diartikan sebagai tempat “nyirnakeun manah”, karena Syech Abdul Muhyi sering melakukan taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) di dalam goa tersebut.Goa Pamijahan ini pada dasarnya memiliki makna khusus dalam perjalanan dakwah dan spiritual Syech Abdul Muhyi. Penemuan dan keberadaan goa ini seolah menjadi simbol yang menandakan bahwa perjalanan spiritual Syech Abdul Muhyi telah mengalami puncaknya. Selain itu, selalu terdapat makna dan fungsi khusus dalam setiap hal yang terhubung secara istimewa dengan tokoh yang menjalaninya.Hal ini bisa dipahami karena seperti yang diungkapkan oleh Martin Van Bruinessen, bahwa para tokoh sejarah Islam di nusantara khususnya, biasa melakukan pendekatan supranatural dalam rangka meningkatkan kharisma mereka. Goa besar di Pamijahan (Tasikmalaya Selatan) sebagai tempat Syech Abdul Muhyi melakukan ‘riyadhah spiritual’ menjadi salah satu pusat penyebaran tarekat Syathariyah di Pulau Jawa .

Adapun kata “Pamijahan” adalah nama baru di masa hidup Syech Abdul Muhyi . Wilayah ini disebut oleh Syech Abdul Muhyi dengan istilah Safar Wadi. Nama ini diambil dari kata Bahasa Arab, Safar yang berarti “jalan” dan Wadi yang berarti “lembah”. Jadi, Safar Wadi adalah jalan yang berada di lembah. Hal ini disesuaikan dengan letaknya yang berada di antara dua bukit di pinggir kali.Namun sekarang Safar Wadi dikenal dengan nama Pamijahan, karena banyak orang yang berdatangan berziarah berduyun-duyun, bagai ikan yang akan bertelur (mijah). Karena itu nama Safar Wadi kemudian berganti menjadi Pamijahan, sebab mempunyai arti yang hampir mirip dengan tempat ikan akan bertelur , bukan berarti tempat “pemujaan”.

Goa Safarwadi merupakan salah satu tujuan utama peziarah yang berkunjung ke Pamijahan. Panjang lorong goa sekitar 284 meter dan lebar 24,5 meter. Peziarah bisa menyusuri goa dalam waktu dua jam. Salah satu bagian goa yang paling sering dikunjungi adalah hamparan cadas berukuran sekitar 12 meter x 8 meter yang disebut sebagai Lapangan Baitullah. Tempat itu dulu sering dipakai shalat oleh Syech Abdul Muhyi bersama para santrinya.Di samping hamparan batu cadas terdapat sumber air Cikahuripan yang keluar dari sela-sela dinding batu cadas. Mata air itu terus mengalir sepanjang tahun. Oleh masyarakat sekitar, air itu dipopulerkan sebagai air “zam-zam Pamijahan.” Air ini dipercaya memiliki berbagai khasiat. Menjelang Ramadan, para peziarah membawa botol untuk diisi air dari tempat tersebut.

Syech Muhyi oleh para wali lain disebut A’dzomut Darojat yang artinya “orang yang mempunyai derajat agung. Syech Abdul Muhyi dalam sejarah hidupnya adalah seorang yang zuhud, pintar, sakti dan terkenal berani dalam memerangi musuh Islam. Walau ia sudah ratusan tahun telah tiada, namun rohmat serta kekeramatannya masih banyak diburu, terutama oleh para peziarah yang minta berkah lewat wasilahnya. (E-001)